Di forum itulah BNI akhirnya menetapkan angka pastinya: dividen tunai sebesar Rp13,03 triliun. Jumlah itu setara dengan 65 persen dari laba bersih konsolidasian yang bisa dibagikan ke pemilik entitas induk, yakni Rp20,04 triliun.
Kalau dirinci per saham, masing-masing investor akan terima Rp349,41. Angka yang cukup menarik dan mencerminkan usaha BNI menghadirkan return yang manis.
Di sisi lain, nggak semua laba dibagikan. Pemegang saham juga setuju 35 persen dari laba bersih, atau sekitar Rp7,01 triliun, dijadikan saldo laba ditahan. Ini strategi. Dana cadangan itu bakal dipakai untuk mendukung pengembangan bisnis dan memperkuat modal di tengas dinamika industri perbankan yang makin kompetitif.
Harapannya jelas: kinerja perusahaan tetap solid dan punya ruang untuk tumbuh lagi ke depannya.
“Ke depan, BNI akan terus memperkuat kinerja secara berkelanjutan sekaligus menjaga struktur permodalan yang solid agar mampu menciptakan nilai yang lebih optimal bagi para pemegang saham,”
tutup Okki menegaskan komitmen jangka panjang perseroan.
Artikel Terkait
Laba Bersih Newport Marine (BOAT) Melonjak 73% di 2025 Didorong Sektor Sewa Kapal
MNC Life dan Kacamatamoo Wujudkan Harapan Anak Tunanetra Lewat Wish Card di Ramadan
Swasta Perkuat Distribusi Program Makan Bergizi Gratis, Dampak Positif Mulai Terlihat
TASPEN Gelar Mudik Gratis untuk 1.400 Warga dan PNS, Lengkap dengan Asuransi