Bursa saham Asia kembali menunjukkan sinyal hijau di awal sesi Selasa (17/3/2026). Kenaikan ini, jujur saja, cukup melegakan setelah beberapa hari diwarnai tekanan. Sentimen pasar tampaknya mulai membaik, berkat penguatan yang terjadi di Wall Street semalam dan sedikit meredanya harga minyak.
Di Tokyo, Indeks Nikkei 225 naik 0,45 persen. Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas justru melesat lebih kencang, menguat 1,19 persen. Kenaikan ini sekaligus mengakhiri tren penurunan yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Menurut sejumlah sumber, pergerakan positif ini tak lepas dari kabar beberapa kapal tanker yang berhasil melintasi Selat Hormuz dengan selamat. Rupanya, berita itu cukup ampuh meredakan ketegangan.
Di sisi lain, ada juga spekulasi bahwa sejumlah negara ekonomi besar bersiap melepas cadangan minyak strategis mereka. Langkah ini jelas bertujuan untuk mengantisipasi gangguan pasokan yang mungkin terjadi. Lonjakan harga minyak sebelumnya sempat bikin was-was, terutama bagi negara pengimpor seperti Jepang yang memang rentan terhadap gejolak energi. Makanya, guncangan pasokan bisa berdampak serius bagi mereka.
Dalam situasi seperti ini, Bank of Japan (BOJ) diperkirakan akan bermain aman. Mereka kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga kebijakan pada level saat ini pekan ini, di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Pasar Australia juga ikut merasakan angin segar. Indeks S&P/ASX 200 naik tipis 0,08 persen, menghentikan tren pelemahan tiga hari. Namun begitu, perhatian investor Negeri Kanguru sekarang tertuju pada satu hal: keputusan Reserve Bank of Australia (RBA) yang dijadwalkan diumumkan hari ini. Setelah menaikkan suku bunga 25 basis poin bulan lalu, banyak analis menduga RBA akan kembali mengetatkan kebijakan. Alasannya jelas, risiko inflasi yang masih mengintai.
Memang, ketegangan di Timur Tengah yang sempat mengganggu arus minyak lewat Selat Hormuz telah mendorong harga bahan bakar melonjak tajam. Tapi, pasar tampaknya mulai mencerna berita itu dengan kepala lebih dingin.
Artikel Terkait
IHSG Menguat 1,14% di Sesi Pertama, XISB dan ROCK Jadi Top Gainer
BNI Bagikan Dividen Rp13,03 Triliun, Pencatatan 26 Maret 2026
Saham Energi Grup Boy Thohir Menguat, Didorong Harga Batu Bara dan Proyek Smelter
IHSG Melonjak 1,23% di Awal Sesi, Sentimen Hijau Dominasi Pasar