Konflik Timur Tengah masih jadi momok. Perang yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran kini sudah masuk pekan ketiga. Belum ada tanda-tanda ujungnya, dan dampaknya sudah nyata: penutupan Selat Hormuz. Padahal, selat kecil itu adalah jalur vital bagi sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
Nah, soal minyak, harganya memang turun pada hari Senin. Tapi jangan salah, secara keseluruhan sepanjang tahun ini, kenaikannya masih fantastis lebih dari 60 persen. Itu bahan bakar inflasi yang serius.
Pasar sekarang punya banyak agenda untuk dicermati. Data Indeks Harga Produsen (PPI) AS, keputusan The Fed, pidato Jerome Powell, sampai data klaim pengangguran mingguan, semuanya bakal jadi penentu arah. The Fed hampir dipastikan akan menahan suku bunga dalam pertemuan Selasa dan Rabu nanti. Data ekonomi sejak pertemuan terakhir mereka pun tak menunjukkan perubahan berarti.
Di sisi lain, bank sentral AS sendiri sedang bersiap menghadapi masa transisi. Presiden Donald Trump baru saja mencalonkan Kevin Warsh untuk memimpin The Fed. Situasi politik moneter ini pasti akan disorot ketat.
Bagaimana dengan logam mulia lainnya? Perak spot stagnan di USD80,52 per ons. Tapi platinum dan paladium justru meroket. Platinum menguat 3,9 persen ke USD2.103,42, sementara paladium naik 3,1 persen menjadi USD1.598,80 per ons. Pergerakannya cukup beragam, menunjukkan bahwa sentimen di pasar komoditas memang tidak seragam.
Artikel Terkait
IHSG Melonjak 1,23% di Awal Sesi, Sentimen Hijau Dominasi Pasar
IHSG Bangkit 1,25% ke 7.110, Investor Masih Waspada Jelang Libur Panjang
IHSG Menguat 0,75% di Pembukaan Sebelum Libur Panjang Bursa
Pasar Saham Asia Menguat, Terdorong Penguatan Wall Street dan Meredanya Harga Minyak