Puncak kepadatan diperkirakan terjadi pada 27 Maret. Di hari itu, tol sepanjang 12,7 kilometer ini bisa dilewati oleh lebih dari 57 ribu kendaraan! Memang, jalur ini bukan rute mudik utama. Tapi namanya juga Bali, destinasi wisata selalu jadi magnet kuat bagi traveler. Lonjakan pengunjung liburan pasti terjadi.
Menyikapi hal itu, sejumlah langkah antisipasi telah dijalankan. Dua Gardu Tol Otomatis tambahan di Gerbang Tol Benoa sudah beroperasi sejak akhir Desember tahun lalu. Armada patroli, unit rescue, dan derek juga disiagakan. Pemeriksaan infrastruktur dari lampu penerangan hingga saluran air digenjot untuk memastikan semuanya optimal saat dibutuhkan.
Kesiapan ini wajar mengingat tingginya beban jalan ini. Sepanjang 2025 saja, tercatat lebih dari 20 juta kendaraan melintas. Angkanya naik signifikan, sekitar 10 persen dari tahun sebelumnya. Rata-rata hariannya mencapai 55.863 kendaraan angka yang cukup padat untuk sebuah tol di atas laut.
Bagi para pengendara yang ingin informasi lebih lanjut, layanan Call Center 133 tetap bisa dihubungi. Ada juga aplikasi Travoy yang cukup membantu. Lewat aplikasi itu, kita bisa pantau kondisi jalan via CCTV, cek tarif terkini, atau cari tahu lokasi rest area tanpa harus turun dari kendaraan.
Artikel Terkait
Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Bidik Bisnis Sewa Alat Tambang
Elnusa Siapkan Empat Strategi Dukung Target Satu Juta Barel Minyak per Hari
Investor Asing Masih Melirik Manufaktur Indonesia, Fokus Beralih ke Industri Bernilai Tinggi
PANI Suntik Modal ke Tiga Anak Usaha untuk Kembangkan PIK2