Nah, khusus ZATA, perjalanannya cukup dramatis. Saham ini sempat melonjak gila-gilaan, dari level di bawah Rp50 sampai menyentuh puncak Rp163. Kalau dilihat dalam setahun, kenaikannya fantastis, lebih dari 1.000 persen!
Tapi euforia itu meredup saat ZATA masuk FCA. Dalam sepekan saja, harganya anjlok 40 persen ke posisi Rp97. Banyak yang menyoroti keputusan manajemen menjual lahan senilai puluhan miliar rupiah sebagai pemicu volatilitas ini.
Di sisi lain, pergerakan POLA juga bikin Bursa waspada. Sahamnya naik lebih dari 600 persen dalam setahun terakhir, mencapai Rp87. Namun, nasibnya mirip: turun 24 persen selama seminggu di dalam FCA.
Sementara NZIA, meski tak disebutkan detail pergerakannya, ikut merasakan dampak yang sama dengan dua saham lainnya. Intinya, ketiganya kini keluar dari masa percobaan itu.
Lepas dari FCA, apakah mereka akan kembali meroket atau justru melanjutkan koreksi? Wallahu alam. Pasar pasti akan menjawabnya.
Artikel Terkait
Wall Street Turun Terus, Harga Minyak Tembus US$103 Imbas Ketegangan Iran
Menteri Keuangan Purbaya Akui Turun 9 Kilogram Selama Menjabat
CBDK Catat Laba Bersih Rp1,36 Triliun, Melonjak 48% di 2025
BCA Bagikan Dividen Final Rp34,5 Triliun, Total 2025 Capai Rp41,4 Triliun