“Kondisi ini memberi kami fleksibilitas,” kata Catur.
Fleksibilitas keuangan itu, lanjutnya, penting untuk menjaga stabilitas operasional hari ini sekaligus mendukung rencana pengembangan infrastruktur gas bumi ke depan. Jadi, bukan cuma bertahan, tapi juga mempersiapkan ekspansi.
Di sisi lain, profil keuangan PGN memang menunjukkan tren penguatan. Rasio interest coverage, misalnya, naik jadi 17,44x di akhir 2025. Tahun sebelumnya masih 15,83x. Rasio utang terhadap ekuitas (debt-to-equity) juga membaik, turun ke 30,5% dari posisi 34,6%.
Komitmen ke depan tetap jelas. Catur menutup pernyataannya dengan menegaskan fokus perusahaan.
“PGN berkomitmen untuk terus menjaga keandalan operasional, memperkuat integrasi infrastruktur gas nasional, serta memastikan keberlanjutan pasokan energi bagi pelanggan di seluruh Indonesia,” tuturnya.
Dengan fundamental yang terjaga dan rencana yang jelas, langkah PGN ke depan akan terus diawasi pasar.
Artikel Terkait
ELPI Bagikan Dividen Rp126 Miliar untuk Tahun Buku 2025
DSSA Setujui Stock Split 1:25, Harga Saham Bakal Turun ke Rp3.750
DSSA Lakukan Stock Split 1:25 untuk Perluas Basis Investor
DSSA Lakukan Stock Split 1:25, Saham Targetkan Lebih Terjangkau Investor Retail