Harga CPO Menguat Didorong Pelemahan Ringgit dan Sentimen Minyak Nabati

- Rabu, 11 Maret 2026 | 16:00 WIB
Harga CPO Menguat Didorong Pelemahan Ringgit dan Sentimen Minyak Nabati

Di sisi lain, pelemahan ringgit Malaysia sebesar 0,03 persen terhadap dolar AS memberi angin segar. Bagi pembeli yang memegang mata uang asing, sawit jadi terasa lebih murah. Tapi ceritanya jadi lain kalau kita lihat dari kacamata biodiesel.

Harga minyak mentah dunia justru ambruk lagi di hari yang sama. Pemicunya adalah kabar bahwa Badan Energi Internasional berencana melepas cadangan minyak terbesar sepanjang sejarah. Ini respons atas kekhawatiran pasokan terganggu gara-gara ketegangan AS-Israel dengan Iran. Nah, turunnya harga minyak mentah bikin daya tarik sawit sebagai bahan baku biodiesel ikut menipis.

Di tengah semua itu, data ekspor justru mencatatkan kabar baik. Menurut AmSpec Agri Malaysia, pengapalan produk minyak sawit Malaysia pada 1-10 Maret melesat 45,3 persen dibanding periode sama di bulan Februari. Lembaga survei kargo Intertek Testing Services juga melaporkan kenaikan, meski angkanya sedikit lebih rendah, yaitu 37,9 persen.

Kenaikan harga minyak nabati ini rupanya memicu aksi cepat dari pembeli, khususnya di India. Mereka khawatir pengiriman minyak kedelai dan bunga matahari yang sudah dibeli bakal molor akibat konflik Timur Tengah yang mengganggu logistik. Alhasil, banyak yang beralih ke pengiriman cepat atau prompt shipments untuk mengamankan stok.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar