Namun begitu, dia juga menekankan satu hal penting. Semua proses bisnis nantinya harus berjalan bersih dan transparan.
"Seluruh proses wajib berlandaskan prinsip Good Corporate Governance dan iktikad baik. Ini penting untuk keberlanjutan bisnis," katanya tegas.
Di sisi lain, Suherman Yahya dari Semen Baturaja juga menyambut gembira inisiatif ini. Bagi perusahaannya, kerja sama ini adalah sarana untuk mengembangkan potensi yang selama ini mungkin belum tergarap maksimal.
Clay, yang merupakan produk sampingan dari operasi mereka, ternyata punya nilai ekonomi. Material itu berpotensi dipakai sebagai bahan baku di berbagai industri, tak terkecuali industri pupuk. Dengan kolaborasi ini, jangkauan pasar produk tambang mereka bisa jadi lebih luas.
Acara penandatanganan itu dihadiri pula oleh jajaran direksi dari kedua belah pihak. Dari PI Niaga, hadir Direktur Keuangan & SDM Dundi Insan Perlambang dan Direktur Komersial Wijaya Laksana. Mereka bersama manajemen senior lainnya menyaksikan langkah awal kemitraan ini.
Harapannya jelas. Kerja sama ini bukan cuma memperkokoh posisi masing-masing di pasar komoditas industri yang kompetitif. Lebih dari itu, sinergi ini diharapkan bisa mendukung efisiensi distribusi material, khususnya di wilayah-wilayah operasional kedua perusahaan. Sebuah langkah praktis untuk memperkuat rantai pasok.
Artikel Terkait
Wall Street Turun Lagi, Tertekan Isyarat Eskalasi Ketegangan Timur Tengah
OJK Wajibkan Dana IPO Ditampung dalam Rekening Khusus
Pemerintah Tegaskan Belum Ubah APBN Meski Harga Minyak Sempat Melonjak
PT ITSEC Asia (CYBR) Rencanakan Stock Split 1:2, Tunggu Persetujuan RUPSLB April 2026