Yang jelas-jelas tertekan adalah sektor energi. ConocoPhillips dan Cheniere Energy anjlok, dan secara keseluruhan sektor Energi di S&P 500 ambles 1,8% jadi penyumbang penurunan terbesar hari itu. Wajar saja, mengingat beberapa negara di Timur Tengah sempat menghentikan produksi minyak dan gas mereka. Ditambah lagi, AS disebut sedang berupaya memperluas kampanye militernya ke pedalaman Iran.
Di sisi lain, ada secercah harapan dari pengumuman Trump. Dia berjanji akan menyediakan pengawalan Angkatan Laut untuk kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz yang rawan, plus asuransi risiko politik. Kabar itu setidaknya memberi sedikit kelegaan.
Begitulah, pasar bergerak dalam ketidakpastian. Pada pukul 09:56 pagi waktu setempat, Dow Jones sedikit melemah 0,07% ke level 48.467,74. S&P 500 naik tipis 0,12% ke 6.825,22. Sementara Nasdaq Composite justru melesat cukup kencang, naik 0,58% ke 22.646,75.
Perubahan sikap investor juga terlihat dari perkiraan suku bunga. Mereka kini memprediksi pemotongan suku bunga 25 basis poin bakal mundur dari Juli ke September. Kekhawatiran utamanya? Potensi kenaikan biaya energi dan tarif AS yang bisa memicu inflasi lagi.
Secara teknis, S&P 500 masih mencatatkan enam rekor tertinggi baru dalam setahun terakhir, plus dua rekor terendah baru. Nasdaq lebih ekstrem: 34 rekor tertinggi dan 44 rekor terendah baru. Angka-angka itu menggambarkan volatilitas yang sudah berlangsung cukup lama.
(Dhera Arizona)
Artikel Terkait
Saham AS Beragam di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Upaya Diplomasi Iran
Saham AS Bergejolak Imbas Ketegangan Iran dan Janji Stabilisasi Energi
Kontak Rahasia Iran-AS dan Janji Trump Pengaruhi Pasar Saham
Kontak Rahasia Iran ke CIA dan Janji Trump Pengaruhi Pasar Saham AS