Wall Street Bergoyang di Tengah Ketegangan Iran dan Sinyal Diplomatik Samar

- Kamis, 05 Maret 2026 | 00:20 WIB
Wall Street Bergoyang di Tengah Ketegangan Iran dan Sinyal Diplomatik Samar

Yang jelas-jelas tertekan adalah sektor energi. ConocoPhillips dan Cheniere Energy anjlok, dan secara keseluruhan sektor Energi di S&P 500 ambles 1,8% jadi penyumbang penurunan terbesar hari itu. Wajar saja, mengingat beberapa negara di Timur Tengah sempat menghentikan produksi minyak dan gas mereka. Ditambah lagi, AS disebut sedang berupaya memperluas kampanye militernya ke pedalaman Iran.

Di sisi lain, ada secercah harapan dari pengumuman Trump. Dia berjanji akan menyediakan pengawalan Angkatan Laut untuk kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz yang rawan, plus asuransi risiko politik. Kabar itu setidaknya memberi sedikit kelegaan.

Begitulah, pasar bergerak dalam ketidakpastian. Pada pukul 09:56 pagi waktu setempat, Dow Jones sedikit melemah 0,07% ke level 48.467,74. S&P 500 naik tipis 0,12% ke 6.825,22. Sementara Nasdaq Composite justru melesat cukup kencang, naik 0,58% ke 22.646,75.

Perubahan sikap investor juga terlihat dari perkiraan suku bunga. Mereka kini memprediksi pemotongan suku bunga 25 basis poin bakal mundur dari Juli ke September. Kekhawatiran utamanya? Potensi kenaikan biaya energi dan tarif AS yang bisa memicu inflasi lagi.

Secara teknis, S&P 500 masih mencatatkan enam rekor tertinggi baru dalam setahun terakhir, plus dua rekor terendah baru. Nasdaq lebih ekstrem: 34 rekor tertinggi dan 44 rekor terendah baru. Angka-angka itu menggambarkan volatilitas yang sudah berlangsung cukup lama.

(Dhera Arizona)

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar