Pergerakan saham-saham sektor pariwisata, yang sensitif terhadap harga minyak, pun beragam. American Airlines naik 1,2 persen, Norwegian Cruise bertahan di posisi stabil. Tapi Carnival dan Delta Air Lines justru melorot, masing-masing 1,2 persen dan 0,8 persen.
Pada pukul 09:56 waktu setempat, gambaran besar indeks saham terlihat seperti ini: Dow Jones Industrial Average sedikit melemah 0,07 persen ke level 48.467,74. S&P 500 bertambah 0,12 persen menjadi 6.825,22. Sementara Nasdaq Composite melesat cukup signifikan, 0,58 persen, ke posisi 22.646,75.
Di balik semua volatilitas ini, para investor rupanya sedang menata ulang ekspektasi mereka. Mereka kini memprediksi penurunan suku bunga 25 basis poin akan mundur dari Juli ke September. Kekhawatiran akan biaya energi yang melambung dan tarif AS yang memicu inflasi membuat mereka berpikir ulang.
Catatan menarik lain: S&P 500 telah mencetak enam rekor tertinggi baru dalam 52 minggu terakhir, plus dua rekor terendah baru. Nasdaq lebih ekstrem lagi, dengan 34 rekor tertinggi dan 44 rekor terendah baru. Pasar memang sedang dalam mode yang sulit ditebak setiap kabar bisa jadi angin surga atau badai dalam sekejap.
Artikel Terkait
Saham AS Beragam di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Upaya Diplomasi Iran
Wall Street Bergoyang di Tengah Ketegangan Iran dan Sinyal Diplomatik Samar
Saham AS Bergejolak Imbas Ketegangan Iran dan Janji Stabilisasi Energi
Kontak Rahasia Iran-AS dan Janji Trump Pengaruhi Pasar Saham