Program-program strategis pemerintah, dari UMKM hingga Makanan Bergizi Gratis, jelas butuh dana yang sangat besar. Dan di sinilah peran bank nasional menjadi krusial. Mereka dituntut untuk bisa mendukung pembiayaan yang masif dan berkelanjutan untuk semua itu.
Namun begitu, menurut Deviana Yuanitasari, Dosen dan Peneliti di Departemen Hukum Ekonomi FH Unpad, pemerintah tak bisa mengandalkan kebijakan fiskal saja. Skala programnya nasional, dan harus berjalan jangka panjang. Itu semua memerlukan sistem perbankan dengan fundamental keuangan yang benar-benar kuat.
Devi lalu menjabarkan lebih detail. Dalam konteks UMKM misalnya, bank bukan cuma penyalur kredit biasa. Mereka adalah pilar intermediasi yang menggerakkan inklusi keuangan dan sekaligus memperkuat struktur ekonomi di tingkat akar rumput. Tapi ya, pembiayaan UMKM ini bukan perkara mudah.
Karakter usahanya beragam, profil risikonya pun berbeda-beda. Bayangkan jika banknya lemah. Hasilnya bisa berantakan: pembiayaan jadi sporadis, tidak berkelanjutan, dan mustahil membentuk ekosistem ekonomi yang kokoh.
Artikel Terkait
Laba Bersih Bayan Resources Turun 16,88% di 2025 Meski Struktur Utang Membaik
Harga CPO Anjlok Setelah Meroket, Aksi Ambil Untung Jadi Pemicu
Bursa Dubai dan Abu Dhabi Anjlok Tajam Pascaserangan Iran
MNC Asset Management Raih Lima Penghargaan Reksa Dana dalam Satu Ajang