Di tengah tekanan ekonomi yang terasa oleh banyak ritel, kabar dari PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) cukup mengejutkan. Meski catatan penjualan dan labanya anjlok sepanjang 2025, perusahaan ternyata masih berniat membagikan dividen yang bisa dibilang fantastis kepada para pemegang sahamnya. Lesunya daya beli masyarakat rupanya tak menghentikan niat manajemen untuk berbagi hasil.
Laporan kinerja mereka menunjukkan gambaran yang cukup suram, sejujurnya. Total penjualan tahun lalu hanya Rp11,1 triliun, turun lebih dari 10% dibandingkan 2024. Pelemahan ini terjadi merata, dari Jawa hingga luar Jawa. Menurut sejumlah analis, kondisi ini tak lepas dari permintaan konsumen yang benar-benar melemah, ditambah pasar tenaga kerja yang lesu dan maraknya barang tekstil impor ilegal yang membanjiri pasar.
Dampaknya langsung terasa pada laba. EBITDA merosot 16,9% ke angka Rp1,2 triliun. Sementara laba bersihnya terkoreksi jadi Rp725 miliar, turun dari posisi Rp828 miliar di tahun sebelumnya.
Namun begitu, di balik semua angka merah itu, ada komitmen yang teguh dari pihak perusahaan.
Mereka tetap akan membagikan dividen tunai yang jumlahnya tak main-main: sekitar Rp564 miliar. Angka itu setara dengan hampir 78% dari total laba bersih yang mereka dapatkan di 2025.
"Usulan dividen sebesar Rp250 per saham untuk distribusi 2026,"
Artikel Terkait
Pertamina Naikkan Harga BBM Non-Subsidi Mulai Hari Ini
OJK Jatuhkan Denda Miliaran Rupiah ke Emiten, Direksi, Auditor, dan Penjamin Emisi
CLEO Rampungkan Tiga Pabrik Baru di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru
RMK Energy Kembali Lakukan Buyback Saham Senilai Rp 9,86 Miliar