jelas manajemen Matahari dalam paparan Materi Earning Call, Sabtu lalu.
Memang, nominal per sahamnya lebih rendah 17% dari tahun sebelumnya yang Rp300. Tapi jangan salah, bagi investor dividen ini tergolong sangat murah hati. Dengan harga saham LPPF yang berada di level Rp1.910 per akhir pekan lalu, dividend yield-nya mencapai level yang menggiurkan: 13%! Posisi keuangan mereka ternyata masih cukup kuat untuk mendukung keputusan ini. Kas dan setara kas di akhir tahun tercapai Rp448 miliar. Yang menarik, perusahaan sama sekali tidak punya utang berbunga dan masih menyimpan fasilitas pinjaman menganggur senilai Rp1,7 triliun.
Selama setahun terakhir, Matahari sebenarnya tak hanya diam. Mereka cukup gesit melakukan berbagai langkah strategis. Koleksi SUKO dan ZES diperluas, sementara merek-merek di bawah payung MU KU mulai diperkenalkan. Mereka juga terpaksa menutup tujuh gerai yang kinerjanya dianggap kurang bagus. Di sisi lain, lima gerai mono-brand SUKO dan dua gerai ZES dibuka, plus gerai multi-brand MU KU yang ditujukan untuk menjaring segmen pelanggan baru.
Menyambut Ramadan dan Lebaran yang sebentar lagi, perseroan mengklaim telah mempersiapkan stok barang senilai Rp1 triliun. Ke depan, ekspansi gerai dan penguatan koleksi untuk tiga merek andalannya akan terus dilakukan.
Tak ketinggalan, strategi omnichannel akan jadi fokus utama tahun ini, khususnya di kanal digital. Rencananya, mereka akan menyederhanakan sub-kategori produk, fokus pada harga yang lebih kompetitif, dan berusaha menyelaraskan tampilan produk antara toko fisik dengan platform online. Integrasi pemasaran offline dan online juga akan dikebut.
Jadi, meski tahun lalu berat, Matahari seperti sedang memacu diri untuk lompat lebih jauh. Dividen jumbo itu mungkin adalah sinyal kepercayaan diri, atau setidaknya, upaya untuk menjaga kepercayaan investor di tengah cuaca bisnis yang tak menentu.
Artikel Terkait
Pertamina Naikkan Harga BBM Non-Subsidi Mulai Hari Ini
OJK Jatuhkan Denda Miliaran Rupiah ke Emiten, Direksi, Auditor, dan Penjamin Emisi
CLEO Rampungkan Tiga Pabrik Baru di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru
RMK Energy Kembali Lakukan Buyback Saham Senilai Rp 9,86 Miliar