Namun begitu, kondisi pasar yang lesu itu ternyata tak sejalan dengan kinerja keuangannya. Menariknya, RALS justru membukukan laba bersih yang tumbuh. Hingga akhir September 2025, laba bersih perseroan tercatat Rp272,97 miliar. Angka itu naik sekitar 8 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp252,74 miliar.
Yang patut dicatat, kenaikan laba ini terjadi di tengah tekanan. Pendapatan perusahaan justru turun 11,4 persen menjadi Rp1,87 triliun, didorong oleh perlambatan di sektor ritel. Tapi, RALS cukup lihai mengelola biaya. Mereka berhasil menekan beban pokok penjualan cukup signifikan, turun 16,3 persen menjadi Rp870,56 miliar. Strategi penghematan inilah yang akhirnya menjaga margin laba kotor mereka tetap sehat.
Dampaknya, laba per saham dasar (EPS) RALS pun ikut terdongkrak, naik dari Rp42,56 menjadi Rp46,02.
Jadi, di balik rencana korporasi dan fluktuasi harga saham, fundamental perusahaan ini masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik.
Artikel Terkait
RMK Energy Kembali Lakukan Buyback Saham Senilai Rp 9,86 Miliar
BNBR Dapat Lampu Hijau Rights Issue untuk Biayai Akuisisi Tol CCT
Comeback BLACKPINK Pacu Saham YG Entertainment Naik 8 Persen
Direktur Amman Mineral Ajukan Rencana Pensiun, Tunggu Persetujuan RUPS