Pertama, capital loss. Ini kebalikan dari capital gain. Kamu beli di harga tinggi, terpaksa jual di harga rendah. Rugi, pokoknya.
Kedua, risiko likuidasi. Dalam skenario terburuk, perusahaan bisa bangkrut dan dibubarkan. Kalau sampai kejadian, pemegang saham biasa seperti investor kecil biasanya dapat giliran terakhir kalau ada sisa aset yang dibagi. Bisa aja modalmu lenyap begitu saja.
Terakhir, risiko fluktuasi harga. Volatilitas saham itu tinggi. Naik-turun drastis dalam sehari itu biasa. Tanpa mental yang kuat, kamu gampang panik dan ambil keputusan gegabah yang malah bikin rugi sendiri.
Kalau Mau Mulai, Gimana Caranya?
Sudah siap mencoba? Ikuti beberapa langkah praktis ini.
1. Jangan malas belajar. Jangan cuma ikut-ikutan teman yang lagi "cuan". Pelajari dulu istilah dasarnya, cara baca laporan keuangan, dan cari tahu strategi investasi yang cocok dengan karakter kamu. Banyak sumber gratis di luar sana, dari buku sampai video.
2. Cari sekuritas yang bonafid. Sekuritas itu perantara kamu dengan bursa. Pilih yang jelas izin OJK-nya dan reputasinya bagus. Sekarang banyak yang digital, prosesnya cepat banget.
3. Buka rekening saham. Prosesnya gampang, bisa online. Siapin e-KTP dan selfie aja. Nanti kamu akan dapet nomor rekening dana (RDN) dan nomor identitas investor (SID).
4. Setor dana awal. Transfer sejumlah uang ke RDN-mu. Buat pemula, nggak perlu gede-gedean. Rp100 ribu atau bahkan kurang pun udah bisa buat latihan. Yang penting memulai.
5. Riset dan eksekusi. Setelah dananya masuk, jangan asal klik beli. Telusuri dulu perusahaannya, cek kinerjanya, baca berita terkini. Menurut banyak pengalaman, pemula lebih baik mulai dari saham-saham blue chip yang pergerakannya relatif lebih stabil.
6. Pantau, tapi jangan kelewatan. Investasi saham bukan "set and forget". Perkembangannya perlu dipantau rutin. Tapi, jangan juga setiap lima menit buka aplikasi buat liat harga bisa stres sendiri. Evaluasi portofolio misalnya sebulan sekali, itu sudah cukup.
Intinya, memahami dasar-dasar investasi saham adalah langkah krusial yang nggak boleh kamu lewatkan. Dari definisi sederhana sampai mengenali risiko, fondasi ini yang bakal nuntun kamu mengambil keputusan yang lebih cerdas.
Ingat ya, saham bukan mesin pencetak uang instan. Ini perjalanan jangka panjang yang butuh kesabaran dan kemauan belajar terus. Jangan malu mulai dari modal kecil. Yang penting, action sekarang juga.
Sudah siap ambil langkah pertama? Pilih sekuritas, buka rekening, dan mulailah. Dan yang nggak kalah penting, teruslah belajar. Masa depan finansial yang lebih baik, dimulai dari keputusanmu hari ini.
Artikel Terkait
Astrindo dan Indogas Jalin Kerja Sama Penyaluran Gas untuk Proyek Mini LNG
Pengamat Pasar Modal: Notasi Khusus Free Float Tepat, Delisting Perlu Hati-hati
Pasar Saham Asia Menguat Didorong Laporan Nvidia, Yen Masih Tertekan
PT Puradelta Lestari (DMAS) Pacu Target Prapenjualan 30% Didorong Permintaan Data Center