Ketegangan di lapangan pun semakin terasa. Seorang pejabat senior AS mengonfirmasi bahwa Departemen Luar Negeri mereka menarik personel non-esensial dan keluarga dari Kedutaan Besar di Beirut. Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran yang makin menjadi akan risiko konflik militer dengan Iran. Bahkan, ada sumber yang menyebut Iran hampir mencapai kesepakatan dengan China untuk membeli rudal jelajah anti-kapal.
Sementara itu, dari dalam negeri AS sendiri, ada kebijakan yang bikin pusing. Pemerintahan mulai memungut tarif impor global sementara sebesar 10 persen pada Selasa. Tapi, ceritanya nggak sesederhana itu. Seorang pejabat Gedung Putih bilang, pemerintahan Trump malah sedang mengupayakan kenaikan tarif jadi 15 persen. Kebijakan yang membingungkan, apalagi setelah kekalahan mereka di Mahkamah Agung pekan lalu.
Dari sisi pasokan, ada perkembangan menarik dari Venezuela. Perusahaan perdagangan dan pembeli minyaknya baru saja menyewa kapal tanker berukuran sangat besar untuk pertama kalinya sejak kesepakatan pasokan dengan Washington dimulai. Langkah ini, menurut sejumlah sumber dan data, bakal mempercepat pengiriman mulai Maret dan meningkatkan pasokan ke India.
Di Eropa, tekanan terhadap Rusia terus berlanjut. Komisi Eropa dikabarkan akan mengajukan proposal hukum untuk melarang impor minyak Rusia secara permanen pada pertengahan April. Waktunya menarik, hanya tiga hari setelah pemilu parlemen Hungaria.
Belum lagi dengan insiden di lapangan. Monopoli pipa minyak Rusia, Transneft, terpaksa memangkas aliran minyak mentah ke sistemnya sekitar 250.000 barel per hari. Pemangkasan ini terjadi tak lama setelah drone Ukraina menyerang stasiun pemompaan yang melayani pusat dan pelabuhan minyak utama mereka.
Pasar sekarang menunggu. Mereka menantikan laporan persediaan mingguan dari American Petroleum Institute dan Badan Informasi Energi AS. Analis memproyeksikan ada penambahan sekitar 1,5 juta barel minyak mentah ke dalam persediaan untuk pekan yang berakhir 20 Februari. Angka itu nanti yang akan menentukan arah perdagangan selanjutnya.
Artikel Terkait
Samindo Resources Pacu Target Overburden Removal ke 34,5 Juta BCM pada 2026
InJourney Airports Borong 32 Penghargaan Kepuasan Penumpang ACI 2025
Nikkei Jepang dan KOSPI Korea Cetak Rekor Tertinggi, Didorong Euforia Teknologi AI
RLCO Bentuk Anak Usaha Baru untuk Garap Bisnis Protein Laut