MURIANETWORK.COM - Pasar saham Amerika Serikat dibuka dengan sentimen positif pada Rabu (18 Februari 2026), melanjutkan tren penguatan dari sesi sebelumnya. Penguatan ini terjadi di tengah fokus pelaku pasar yang tertuju pada rilis risalah rapat bank sentral AS (The Fed), yang diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan. Indeks S&P 500, Nasdaq Composite, dan Dow Jones semuanya tercatat bergerak di zona hijau di awal perdagangan.
Fokus Pasar Tertuju pada Risalah The Fed
Suasana kehati-hatian masih terasa di lantai bursa. Perhatian utama investor dalam beberapa hari ke depan akan tertumpu pada sejumlah indikator kunci, dengan risalah rapat The Fed bulan Januari menjadi sorotan paling terang. Dokumen tersebut dijadwalkan rilis pada Rabu waktu setempat dan diprediksi akan mengungkap dinamika diskusi di balik keputusan bank sentral untuk mempertahankan suku bunga.
Pada pertemuan tersebut, The Fed menekankan sikap berhati-hati, didorong oleh inflasi yang masih bertahan dan sinyal pelemahan dari pasar tenaga kerja. Namun, tidak semua anggota komite sependapat.
Dua gubernur The Fed, Stephen Miran dan Christopher Waller, tercatat menyatakan perbedaan pendapat terhadap keputusan untuk menahan suku bunga serta jeda dalam siklus pemangkasan yang telah berjalan.
Data Ekonomi dan Bayang-bayang Inflasi
Sementara itu, data ekonomi yang dirilis hari ini menunjukkan sisi positif. Produksi industri dan manufaktur AS untuk Januari berhasil melampaui ekspektasi pasar dengan pertumbuhan bulanan yang cukup solid. Namun, antusiasme atas data ini agak teredam oleh penantian terhadap indikator inflasi utama.
Pasar kini bersiap menyambut rilis indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) untuk bulan Desember pada Jumat mendatang. Sebagai tolok ukur inflasi favorit The Fed, angka PCE ini akan menjadi bahan pertimbangan sangat penting dalam menentukan lintasan kebijakan moneter jangka panjang.
Ketidakpastian seputar arah The Fed ini telah menjadi beban psikologis bagi pasar dalam beberapa pekan terakhir. Situasi ini semakin kompleks dengan pencalonan Kevin Warsh oleh Presiden Donald Trump sebagai kandidat ketua The Fed berikutnya. Figur Warsh dianggap kurang "dovish" atau lunak dibandingkan dengan harapan sebagian pelaku pasar, sehingga menambah elemen ketegangan baru.
Sektor Teknologi di Bawah Sorotan dan Tekanan
Di sisi lain, sektor teknologi tetap menjadi pusat perhatian sekaligus sumber kecemasan sepanjang awal tahun. Kekhawatiran akan dampak disruptif kecerdasan buatan (AI) terhadap berbagai industri, mulai dari keuangan hingga logistik, terus membayangi. Di saat yang sama, muncul pertanyaan kritis dari investor: kapan investasi besar-besaran di pusat data AI akan mulai membuahkan hasil finansial yang nyata?
Tekanan ini secara nyata tercermin pada performa saham Palo Alto Networks. Saham perusahaan keamanan siber berbasis AI itu terjun bebas 8,2 persen tak lama setelah pembukaan pasar.
Meski laporan kuartalannya mencatatkan pendapatan dan laba yang melampaui proyeksi, panduan laba ke depan yang diberikan perusahaan justru berada di bawah perkiraan analis. Kinerja Palo Alto Networks, yang menawarkan solusi seperti firewall dan keamanan jaringan zero-trust, menjadi barometer sensitif bagi sentimen terhadap saham-saham teknologi bernuansa AI.
Menanti Laporan Emiten Besar
Selain risalah The Fed, kalender pasar juga diwarnai dengan rilis laporan keuangan dari beberapa perusahaan besar. Nama-nama seperti Booking Holdings, Carvana, dan DoorDash akan mengumumkan hasil kinerja mereka, memberikan gambaran lebih lanjut tentang kesehatan konsumen dan tren bisnis di berbagai sektor. Laporan-laporan ini diharapkan dapat memberikan warna baru dan mungkin mengalihkan perhatian pasar sejenak dari narasi tunggal seputar bank sentral.
Artikel Terkait
BEI Hentikan Perdagangan 50 Emiten Akibat Tunggakan Biaya Pencatatan
LRT Jabodebek Izinkan Penumpang Berbuka Puasa di Kereta dan Stasiun
Enam Calon Emiten Tunda IPO, Tunggu Kejelasan Regulasi BEI
Direktur ITSEC Asia Meninggal Dunia, Perusahaan Siapkan RUPS untuk Suksesi