Soal siapa yang membeli saham baru itu, mayoritas diserap oleh pemegang saham pengendali. PT Garam Ventura Indonesia mengambil 92,96 juta saham, sementara sisa 50,25 juta saham dibeli oleh Sutopo Widodo. Menurut FOLK, partisipasi pihak terafiliasi ini punya tujuan strategis: memberi kepastian pendanaan dan mendukung percepatan rencana bisnis.
“Komitmen pendanaan dari pihak terafiliasi memungkinkan perseroan untuk memperoleh tambahan modal secara tepat waktu, tanpa menghambat langkah ekspansi dan pengembangan usaha yang sedang dan akan dijalankan,”
tambah mereka. Logis, sih. Dengan dukungan dari dalam, prosesnya pasti lebih cepat dan minim hambatan birokrasi.
Dampak dari setoran modal baru ini cukup signifikan. Jumlah saham FOLK melonjak menjadi 4,09 miliar dari sebelumnya 3,95 miliar saham. Modal disetor yang dibayar penuh juga naik, dari Rp78,96 miliar menjadi Rp81,83 miliar. Posisi kas mereka kini lebih kuat.
Sebagai catatan, Folk Group selama ini dikenal dengan tiga pilar bisnis utamanya. Mereka bergerak di media on-demand lewat USS Networks, lalu ritel dengan merek seperti drSoap, Amazara, dan Syca, serta di bidang Intellectual Property & Community. Akuisisi ke TMI ini akan jadi babak baru. Entah ini perluasan di bidang yang sudah ada atau justru masuk ke lini usaha baru, kita tunggu saja kelanjutannya.
Artikel Terkait
Harga Emas Naik 4% Pekan Lalu, Pasar Waspada Jelang Data Ekonomi AS
Harga Minyak Melonjak di Atas USD111, Pasar Waspada Ketegangan Teluk Persia
Analis Prediksi IHSG Berpeluang Balik Arah ke 7.450 Usai Koreksi
Analis Prediksi Harga Minyak Bisa Tembus US$116 per Barel Pekan Depan