Multi Garam Utama (FOLK) Akuisisi Mayoritas Saham Traya Multi Investama Usai Private Placement

- Rabu, 18 Februari 2026 | 07:40 WIB
Multi Garam Utama (FOLK) Akuisisi Mayoritas Saham Traya Multi Investama Usai Private Placement

Setelah berhasil mengumpulkan dana segar, PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) kini bersiap untuk melakukan aksi korporasi. Perusahaan itu berencana mengambil alih mayoritas saham PT Traya Multi Investama (TMI). Rencana akuisisi ini meluncur tak lama setelah FOLK menyelesaikan skema private placement atau Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).

Dalam keterbukaan informasi yang dirilis Rabu (18/2/2026), FOLK mengungkapkan niatnya untuk membeli hingga 99,96 persen saham TMI. Soal profil TMI sendiri, informasi yang beredar masih sangat terbatas. Yang jelas, perusahaan tersebut berkantor di The Smith Alam Sutera sebuah proyek mixed-use yang mencampurkan perkantoran, SOHO, dan apartemen. Proyek itu dikembangkan oleh PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE).

Lalu, dari mana dana untuk membeli TMI? Rupanya, ini bersumber dari private placement yang baru saja dituntaskan. FOLK berhasil mengantongi dana sebesar Rp57 miliar lewat penerbitan 143 juta saham baru. Harga pelaksanaannya Rp398 per saham.

“Rencana penggunaan dana PMTHMETD untuk mendukung pengembangan usaha perseroan dan atau entitas anak usaha perseroan,”

begitu penjelasan manajemen FOLK pada Selasa (20/1/2026) lalu.

Soal siapa yang membeli saham baru itu, mayoritas diserap oleh pemegang saham pengendali. PT Garam Ventura Indonesia mengambil 92,96 juta saham, sementara sisa 50,25 juta saham dibeli oleh Sutopo Widodo. Menurut FOLK, partisipasi pihak terafiliasi ini punya tujuan strategis: memberi kepastian pendanaan dan mendukung percepatan rencana bisnis.

“Komitmen pendanaan dari pihak terafiliasi memungkinkan perseroan untuk memperoleh tambahan modal secara tepat waktu, tanpa menghambat langkah ekspansi dan pengembangan usaha yang sedang dan akan dijalankan,”

tambah mereka. Logis, sih. Dengan dukungan dari dalam, prosesnya pasti lebih cepat dan minim hambatan birokrasi.

Dampak dari setoran modal baru ini cukup signifikan. Jumlah saham FOLK melonjak menjadi 4,09 miliar dari sebelumnya 3,95 miliar saham. Modal disetor yang dibayar penuh juga naik, dari Rp78,96 miliar menjadi Rp81,83 miliar. Posisi kas mereka kini lebih kuat.

Sebagai catatan, Folk Group selama ini dikenal dengan tiga pilar bisnis utamanya. Mereka bergerak di media on-demand lewat USS Networks, lalu ritel dengan merek seperti drSoap, Amazara, dan Syca, serta di bidang Intellectual Property & Community. Akuisisi ke TMI ini akan jadi babak baru. Entah ini perluasan di bidang yang sudah ada atau justru masuk ke lini usaha baru, kita tunggu saja kelanjutannya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar