“Ini bisa jadi sinyal bahwa otoritas Indonesia kemungkinan sedang membuat kemajuan. Mereka mungkin mulai memenuhi tuntutan yang diajukan oleh para penyedia indeks,” ujarnya.
Sentimen di pasar memang lagi nggak banget. Regulator kita sedang berusaha mati-matian memulihkan kredibilitas, terutama setelah dapat peringatan keras dari MSCI. Indeks global itu bahkan mengancam bakal menurunkan status Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) jadi pasar frontier. Belum lagi kekhawatiran lain yang membebani investor: ancaman penurunan peringkat utang negara.
Sejak gejolak hebat di Januari lalu, janji reformasi pun digaungkan. Otoritas berkomitmen meningkatkan transparansi dan likuiditas. Beberapa wacananya antara lain menaikkan batas minimum free float jadi 15 persen, plus memperketat aturan keterbukaan informasi. Sekarang, tinggal buktinya saja.
Artikel Terkait
Folago Global Nusantara (IRSX) Cetak Laba Bersih Rp25,3 Miliar, Melonjak 4.768% di 2025
IHSG Anjlok 1,25% Diterpa Sentimen Serangan AS ke Iran
PSSI Rencanakan Buyback Saham Senilai Rp 50 Miliar Mulai 2026
IHSG Anjlok 1,07%, Sektor Industri Paling Terpukul di Awal Perdagangan