Unilever Indonesia Bagikan Dividen Rp8,1 Triliun dari Laba dan Hasil Divestasi

- Minggu, 15 Februari 2026 | 18:15 WIB
Unilever Indonesia Bagikan Dividen Rp8,1 Triliun dari Laba dan Hasil Divestasi

Investment Analyst Lead Stockbit, Edi Chandren, memberikan penjelasan lebih rinci. Menurut analisisnya, tanpa memasukkan hasil pelepasan aset, laba bersih Unilever pada 2025 sebenarnya adalah Rp3,54 triliun, yang masih tumbuh sehat sebesar 22 persen.

“Penurunan laba bersih yang signifikan secara kuartalan disebabkan oleh biaya transformasi sebesar Rp460 miliar yang dibukukan pada 4Q25, terutama pada segmen ‘Home & Personal Care’,” ungkap Edi dalam risetnya.

Biaya satu kali untuk restrukturisasi ini menjelaskan mengapa laba bersih kuartal IV-2025 turun 51 persen dibanding kuartal sebelumnya, meski masih tumbuh 75 persen secara tahunan.

Perkiraan Nilai dan Yield Dividen

Edi Chandren memperkirakan total dividen tunai yang akan dibagikan Unilever mencapai Rp8,1 triliun, angka yang sudah mencakup hasil divestasi. Sebelumnya, pada Desember 2025, perusahaan telah membagikan dividen interim senilai Rp3,3 triliun. Dengan demikian, masih tersisa alokasi dividen sekitar Rp4,8 triliun yang akan dibagikan.

Berdasarkan harga saham UNVR di penutupan perdagangan Jumat (13/2/2026) yaitu Rp2.300 per saham, perkiraan dividen tersebut mengindikasikan yield yang menarik sekitar 5,5 persen. Angka ini tentu menjadi perhatian bagi investor yang mencari pendapatan rutin dari portofolio sahamnya.

Kebijakan dividen jumbo ini, di tengah strategi transformasi bisnis yang sedang berjalan, menunjukkan upaya Unilever untuk menyeimbangkan antara investasi untuk pertumbuhan masa depan dan memberikan imbal hasil langsung kepada para pemegang sahamnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar