“Secara berkala kami melakukan pembinaan. Terutama sosialisasi regulasi terbaru. Kami juga libatkan bea cukai yang membidangi regulasi ekspor serta mendampingi agar UMKM dalam menggerakkan usahanya harus lengkap,” jelasnya.
Sementara itu diantara UMKM yang pernah tembus hingga pasar ekspor diketahui adalah Sambal Dhe Jum, produksi warga Desa Burikan, Kecamatan Kota.
Lewat sambel yang diraciknya sendiri itu pernah dijual hingga ke sejumlah negara.
“Pernah mendapatkan permintaan ke China, Singapore, serta Hongkong. Kalau Indonesia pernah sampai NTT, Bali, Jogja dan Tangerang,” ungkap Stanley Bambang Widijanto, pemilik UMKM sambal Dhe Jum.
Baca Juga: Kesulitan Pupuk, 5.000 Petani Kabupaten Pati Serbu Diskon Pupuk di Gudang PT Pupuk Indonesia
Rencananya tahun ini pihaknya juga tengah menjajaki kerjasama untuk dapat mengekspor sambalnya ke Singapore lagi. Selain itu pihaknya juga berencana bekerjasama dengan biro umroh dan haji.
“Kebetulan jamaah haji dan umroh banyak yang suka sambal. Maka dari itu ingin membidik pasar disana,” tambahnya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: muria.suaramerdeka.com
Artikel Terkait
INET (Sinergi Inti Andalan Prima) Ekspansi ke Bisnis Perdagangan Peralatan Telekomunikasi
IHSG Naik 6,14%, Saham TRUK Melonjak Lebih dari 100%
Harga CPO Anjlok 6% dalam Seminggu, Pasar Khawatir Produksi Musiman Kalahkan Permintaan
Zyrex Dapat Kredit Rp178,8 Miliar dari Bank Permata untuk Ekspansi