MURIANETWORK.COM - Aksi jual investor asing masih mendominasi pasar saham domestik sepanjang pekan lalu, dengan saham-saham kapitalisasi besar seperti Bank Central Asia (BBCA) dan Bumi Resources (BUMI) menjadi sasaran utama. Tekanan jual ini terjadi di tengah volatilitas yang dipicu sentimen global dan isu peninjauan indeks oleh MSCI, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara mingguan masih mampu mencetak penguatan.
Deretan Saham yang Dilepas Asing
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, tekanan jual asing terbesar tertuju pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Nilai net foreign sell untuk emiten ini mencapai Rp3,86 triliun, diikuti dengan koreksi harga saham sebesar 6,19 persen ke level Rp7.200 per unit.
Posisi berikutnya ditempati oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan aksi jual bersih Rp1,97 triliun. Namun, berbeda dengan BBCA, harga saham BUMI justru meroket 29,20 persen dalam periode yang sama, menunjukkan pemulihan dari tekanan sebelumnya.
Beberapa saham lain juga mengalami tekanan serupa, meski dengan dinamika harga yang beragam. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat net sell Rp349,50 miliar. Sementara itu, sejumlah saham seperti PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) justru melonjak tinggi meski ditinggalkan investor asing, dengan kenaikan masing-masing 33,62 persen, 30,13 persen, dan 39,71 persen.
IHSG dan Sentimen Pasar
Meski diwarnai arus keluar modal asing yang mencapai Rp6,12 triliun di pasar reguler, IHSG secara keseluruhan masih berhasil menguat 3,49 persen sepekan. Pada penutupan perdagangan Jumat (13/2/2026), indeks memang terkoreksi tipis 0,64 persen ke level 8.212,27.
Artikel Terkait
Pasar Saham Asia Melonjak Didorong Harapan Meredanya Konflik Timur Tengah
BEI Cabut Suspensi Saham FITT, Saham ASPR Justru Dikenai Suspensi
Harga Emas Antam Naik Rp75 Ribu per Gram, Buyback Melonjak Rp110 Ribu
BEI Naikkan Batas Minimum Free Float Saham Jadi 15 Persen