Sejak suspensi dibuka pada Kamis pekan sebelumnya (5/2/2026), saham VISI sempat meroket dengan rata-rata kenaikan harian 9,57 persen. Bahkan, saham ini menyentuh auto reject atas (ARA) selama lima hari berturut-turut, mengakumulasi kenaikan 30,16 persen dalam sepekan dan melesat 222,83 persen dalam satu bulan terakhir.
Mekanisme Perdagangan dan Struktur Kepemilikan
Akibat volatilitas yang tinggi, saham VISI saat ini ditempatkan di papan pemantauan khusus dan diperdagangkan menggunakan mekanisme Full Call Auction (FCA). Mekanisme ini diterapkan karena status suspensi saham yang telah berlangsung lebih dari satu hari bursa berturut-turut.
Sementara itu, struktur kepemilikan saham VISI per 30 September 2025 menunjukkan David Dwiputra sebagai pemegang saham pengendali dengan porsi 72 persen. Kepemilikan publik tercatat sebesar 20 persen, disusul Farrel Yonathan 7 persen, dan Robert Putra Sampurna 2 persen. Perubahan struktur ini akan terlihat jelas setelah proses transaksi dengan Nagita Slavina selesai dan dilaporkan secara resmi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan maupun Nagita Slavina belum memberikan pernyataan lebih lanjut mengenai timeline dan detail finansial dari rencana akuisisi saham tersebut. Para analis pasar pun masih menunggu kejelasan lebih lanjut untuk menilai dampak jangka panjang dari perubahan kepemilikan ini.
Artikel Terkait
BEI Cabut Suspensi Saham FITT, Saham ASPR Justru Dikenai Suspensi
Harga Emas Antam Naik Rp75 Ribu per Gram, Buyback Melonjak Rp110 Ribu
BEI Naikkan Batas Minimum Free Float Saham Jadi 15 Persen
KPIG Catat Pendapatan Rp2,6 Triliun di 2025, Didorong Lido City dan Sektor Perhotelan