Prabowo Pantau Ketat Pasar Modal Usai Koreksi dan Isu Transparansi

- Rabu, 11 Februari 2026 | 19:20 WIB
Prabowo Pantau Ketat Pasar Modal Usai Koreksi dan Isu Transparansi

MURIANETWORK.COM - Presiden Prabowo Subianto secara aktif memantau kondisi pasar modal Indonesia pasca koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan lalu. Pemantauan ini disampaikan oleh Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, dalam kunjungannya ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (11 Februari 2026). Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kredibilitas pasar yang sempat terguncang oleh isu-isu transparansi.

Respons Pemerintah atas Koreksi Pasar

Kunjungan Hashim Djojohadikusumo ke BEI bukan sekadar kunjungan rutin. Ia datang dengan pesan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang dikabarkan sangat serius menanggapi gejolak yang terjadi. Anjloknya IHSG pekan sebelumnya telah memicu keprihatinan di tingkat tertinggi, dengan fokus utama pada persoalan kepercayaan investor.

Hashim secara gamblang menyampaikan pesan presiden kepada pimpinan BEI saat itu.

“Saya tujukan ini kepada Anda (Jeffrey Hendrik dan Hasan Fawzi), pemerintah akan mengawasi dengan ketat. Dan saya serius,” tegasnya.

Isu Transparansi yang Memicu Kekhawatiran

Menurut penjelasan Hashim, kemarahan Presiden Prabowo berakar pada isu transparansi yang dinilai merusak persepsi kredibilitas pasar modal Indonesia di mata dunia. Isu ini bahkan telah menarik perhatian dan respons langsung dari institusi keuangan global sekelas Morgan Stanley.

Hashim mengungkit peristiwa pekan sebelumnya untuk memberikan konteks.

"Kalian semua tahu kan apa yang terjadi minggu lalu? Morgan Stanley, jatuhnya pasar saham, dan saya tidak tahu apakah kalian mengikutinya, tapi itu menjadi topik hangat minggu lalu, kan? Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri," ujarnya.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar