BEI Pindahkan Saham IBOS dan STAR ke Papan Pemantauan Khusus

- Rabu, 11 Februari 2026 | 06:30 WIB
BEI Pindahkan Saham IBOS dan STAR ke Papan Pemantauan Khusus

Latar belakang pemindahan ini tak lepas dari kinerja kedua saham yang sangat volatil dalam tiga bulan terakhir. Saham IBOS tercatat melonjak hampir 200 persen. Pergerakan yang lebih dramatis ditunjukkan oleh saham STAR, yang meroket lebih dari 1.000 persen dan sempat menyentuh level Rp780.

Menyikapi kenaikan tajam saham perusahaannya, Direktur Utama IBOS, Edi Nugoroho, memberikan penjelasan. Ia menegaskan bahwa pihaknya memantau perkembangan di pasar modal dengan cermat. "Perseroan melihat bahwa pergerakan harga saham adalah masih tahap wajar dan itu adalah mekanisme pasar yang normal," ungkapnya. Nugoroho juga memastikan tidak ada informasi material yang belum diungkap ke publik yang mendorong kenaikan tersebut. Saat ini, saham IBOS bertengger di Rp151 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp1,2 triliun.

Faktor Pendorong di Balik Lonjakan

Sementara untuk saham STAR, gejolak harganya memiliki pemicu korporat yang lebih jelas. Lonjakan ekstrem itu terjadi bersamaan dengan proses perubahan pengendali perusahaan. Calculus Investment Pte Ltd. telah resmi menjadi pemilik baru, dan proses tersebut kini memasuki tahap Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) dengan harga yang ditetapkan sebesar Rp88 per saham. Transaksi korporasi ini memberikan konteks penting dalam menganalisis volatilitas yang terjadi, meski pergerakan harganya di pasar terbuka tetap menjadi perhatian khusus pengawas bursa.

Dengan dipindahkannya kedua saham ini ke papan FCA, diharapkan perdagangan dapat berlangsung lebih terkendali. Mekanisme lelang tunggal ini bertujuan untuk menciptakan harga pembukaan yang lebih stabil, memberikan perlindungan bagi investor dari gejolak berlebihan, dan memulihkan keteraturan di pasar.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar