Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.811 di Tengah Ketegangan AS-Iran dan Tunggu Data Ekonomi Global

- Selasa, 10 Februari 2026 | 18:20 WIB
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.811 di Tengah Ketegangan AS-Iran dan Tunggu Data Ekonomi Global

Sementara dari dalam negeri, ada angin segar. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ternyata hampir menyentuh 80 persen. Survei terbaru Indikator Politik Indonesia mencatat angka 79,9 persen responden puas dengan kinerjanya selama 17 bulan memimpin. Angka yang sangat tinggi untuk ukuran approval rating seorang presiden.

Bahkan, jumlah ini memecahkan rekor keterpilihan presiden-presiden sebelumnya. Saat SBY menang di periode kedua 2009, kisaran pemilihnya tak sampai 70 juta. Begitu pula dengan kemenangan Jokowi pada pilpres 2019, perolehan suaranya masih lebih kecil dibanding Prabowo.

Modal utamanya ada dua: kapasitas Prabowo sendiri sebagai pemimpin, plus dukungan langsung dari Jokowi. Memang sempat turun di Agustus karena demo, tapi approval ratingnya bisa pulih dengan cepat.

Lantas, apa sih yang bikin masyarakat puas? Survei Indikator mencatat, kepuasan itu terutama tercermin dari keseriusan Prabowo memberantas korupsi. Sebanyak 17,5 persen responden menyoroti poin ini.

Selanjutnya, ada aksinya yang sering bagi-bagi bantuan (15,6 persen), program kerja yang dinilai bagus (11 persen), kinerja yang dianggap sudah terbukti (10,5 persen), dan sikap tegas serta berwibawa dari sosoknya (9,7 persen). Program Makan Bergizi Gratis juga menyumbang kepuasan sebesar 8,4 persen.

Dengan pertimbangan semua faktor tadi, Ibrahim Assuaibi memprediksi pergerakan rupiah ke depan akan fluktuatif. Potensi pelemahan masih ada, dengan perkiraan rentang penutupan di Rp16.810 hingga Rp16.840 per dolar AS.

(kunthi fahmar sandy)

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar