Pasar saham Indonesia hari ini ditutup dengan catatan menggembirakan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meroket hampir 100 poin, tepatnya 99,87 poin, ke level 8.131,74. Kenaikan itu setara dengan 1,24 persen dalam satu hari perdagangan saja.
Suasana positif benar-benar terasa di seluruh lantai bursa. Dari ratusan saham yang diperdagangkan, mayoritas tepatnya 578 emiten berakhir di zona hijau. Hanya 153 saham yang melemah, sementara 227 lainnya stagnan atau flat. Volume perdagangan pun cukup sibuk, mencatatkan transaksi senilai Rp20,2 triliun dari 43,2 miliar saham yang berpindah tangan.
Hebatnya, penguatan ini tidak hanya terjadi di IHSG. Indeks-indeks lainnya ikut merasakan imbasnya. Indeks LQ45 naik 1,04 persen ke 829, diikuti JII yang melonjak 1,90 persen ke 556. Indeks IDX30 dan MNC36 juga tak mau ketinggalan, masing-masing menguat 1 persen dan 1,08 persen.
Yang lebih menggembirakan lagi, seluruh sektor saham kompak bertahan di wilayah positif. Mulai dari energi, bahan baku, properti, hingga sektor-sektor seperti kesehatan, keuangan, dan teknologi, semuanya berwarna hijau. Tidak ada satu pun sektor yang tertinggal, menunjukkan optimisme yang luas dan merata di kalangan investor.
Di sisi lain, pergerakan saham-saham individual juga menarik untuk disimak. Papan gainers hari ini didominasi oleh beberapa nama yang mencetak kenaikan fantastis.
VAST, misalnya, melesat 34,65 persen ke level Rp171 per saham. FPNI dan NZIA juga tak kalah perkasa, sama-sama naik 25 persen ke Rp650 dan Rp310.
Tentu, di balik euforia ini selalu ada yang berbalik arah. Posisi top losers diisi oleh XPLQ yang anjlok 14,76 persen ke Rp537. ZONE dan HOMI pun ikut tertekan, masing-masing terkoreksi lebih dari 9 persen.
Secara keseluruhan, Selasa (10/2/2026) ini menjadi hari yang cerah bagi pasar modal Indonesia. Sentimen positif menguasai penuh, mengantarkan IHSG kembali menguat dengan solid.
Artikel Terkait
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.811 di Tengah Ketegangan AS-Iran dan Tunggu Data Ekonomi Global
Indosat (ISAT) Catat Laba Bersih Rp5,5 Triliun di 2025, Tumbuh 12%
Fore Kopi Indonesia Suntik Rp13,3 Miliar ke Bisnis Bakery dan Donut
Garuda Metalindo (BOLT) Batalkan Dividen Interim Rp58,59 Miliar Gara-gara Regulasi BEI