Di klaster transparansi, fokus utama adalah pada penguatan keterbukaan informasi mengenai pemilik manfaat sejati (ultimate beneficial owner/UBO) dan hubungan afiliasi pemegang saham. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas dan daya tarik investasi. Selain itu, penguatan data kepemilikan saham akan dilakukan dengan klasifikasi investor yang lebih detail dan andal. Data yang telah dikonsolidasikan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) nantinya akan disalurkan ke BEI untuk dipublikasikan kepada publik.
Penegakan Hukum dan Tata Kelola
Klaster tata kelola dan penegakan hukum menyiapkan tiga langkah krusial. Pertama, proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia yang merupakan amanat undang-undang. Kedua, penguatan penegakan hukum terhadap berbagai pelanggaran di pasar modal. Ketiga, peningkatan tata kelola perusahaan tercatat melalui kewajiban pendidikan berkelanjutan dan sertifikasi bagi penyusun laporan keuangan.
Memperkuat Sinergi dan Kolaborasi
Pilar terakhir menekankan pada pentingnya kerja sama yang terintegrasi dan berkelanjutan. OJK akan memperdalam pasar secara terpadu melalui kolaborasi dengan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sinergi ini dianggap vital untuk mendukung keberhasilan seluruh agenda reformasi.
Memperluas Basis Investor
Di luar klaster utama, upaya memperluas basis investor juga menjadi perhatian. OJK bersama pemerintah dan organisasi self-regulatory akan memperkuat peran investor institusi domestik serta menarik lebih banyak investor, baik dari dalam maupun luar negeri. Pemerintah telah menunjukkan komitmennya dengan melakukan penyesuaian berbagai batas investasi, termasuk di sektor asuransi dan dana pensiun, untuk mendukung iklim investasi yang lebih kondusif.
Sebagai penutup, Friderica kembali menyampaikan tekad OJK dan seluruh mitra strategisnya. "OJK bersama Bursa Efek efek, KSEI, dan Kliring Penjamin Efek, dan stakeholder terkait, berkomitmen melakukan reformasi integritas pasar modal yang didukung, akan membentuk Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal," ungkapnya.
Pembentukan satgas dan serangkaian rencana aksi ini menandai babak baru dalam upaya meningkatkan daya saing dan kredibilitas pasar modal Indonesia di mata dunia.
Artikel Terkait
Ketegangan AS-Iran Dongkrak Dolar, Pasar Waspadai Inflasi dan Suku Bunga
IEA Peringatkan Kerusakan Aset Energi di Timur Tengah Picu Krisis Global
Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu per Gram Pasca-Lebaran, Galeri24 dan UBS Stabil
Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu per Gram, Galeri24 dan UBS Stabil