“Kami berkomitmen menghadirkan kualitas terbaik melalui material yang terstandarisasi dan supervisi teknis yang ketat. Kepercayaan dari ROKT dan RMK Group menjadi bukti bahwa kompetensi ABI diakui di industri,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dirilis Rabu (4/2/2026).
Dia menambahkan bahwa langkah ini memperkuat posisi ABI sebagai penyedia solusi perkerasan jalan berbasis bitumen, khususnya untuk klien di sektor pertambangan dan infrastruktur industri.
Proyek ini diproyeksikan berjalan selama empat bulan. Rinciannya, satu bulan untuk persiapan dan tiga bulan berikutnya untuk tahap konstruksi. Yang menarik, ada masa garansi material hingga 180 hari setelah penghamparan selesai. Kontrak ini jelas jadi tambahan bagus untuk portofolio ABI, terutama dalam menangani proyek jalan hauling tambang di dalam negeri.
Di pasar, kabar baik ini sepertinya disambut positif oleh investor. Pada penutupan perdagangan sesi I, saham SOLA tercatat menguat cukup tajam, naik 11,2 persen ke level Rp139 per lembar. Dengan kenaikan itu, kapitalisasi pasarnya mencapai sekitar Rp457 miliar. Sentimennya terlihat hijau, setidaknya untuk hari ini.
Artikel Terkait
OJK Beri Tenggat 2029, Emiten Wajib Genjot Free Float ke 15 Persen
Guncang Pasar, Kuota Batu Bara 2026 Dipangkas Hingga 70 Persen
Pakaian Bekas Ilegal Disita Rp 248 M, Pemerintah Genjarkan Razia di Pelabuhan
Investor Global Berebut Proyek PLTN 7 Gigawatt di Indonesia