Beberapa faktor mendorong reli ini. Selain mengikuti kenaikan saham teknologi AS yang membangkitkan selera risiko, data inflasi konsumen Korea Selatan pada Januari juga melandai ke level terendah dalam lima bulan. Kabar itu sesuai ekspektasi pasar. Pemerintah pun ikut memberi sinyal dukungan.
Wakil Menteri Keuangan negara itu menegaskan pemerintah memiliki cukup amunisi kebijakan untuk menghadapi berbagai ketidakpastian dari luar.
Yasuda juga menambahkan katalis lain dari seberang Pasifik. "Pasar turut merespons positif data aktivitas pabrik AS yang solid, yang dinilai mencerminkan ketahanan ekonomi dan menjadi katalis tambahan bagi reli saham Jepang," katanya.
Performa positif ini menjalar ke sejumlah bursa lain. ASX 200 Australia naik 1,04 persen, sementara STI Singapura menguat 0,87 persen.
Namun begitu, tidak semua bergerak hijau. Di tengah euforia sebagian besar kawasan, pasar saham China justru tampak lesu. Shanghai Composite hampir tak bergerak, hanya melemah 0,01 persen. Sedangkan Hang Seng di Hong Kong terperosok 0,99 persen.
Reli Asia ini sejalan dengan tutupan positif di Wall Street semalam. Indeks S&P 500 menguat, didorong kenaikan saham-saham produsen chip dan perusahaan seputar kecerdasan buatan. Saham-saham berkapitalisasi kecil juga meroket. Dua indeks utama lainnya, Nasdaq dan Dow Jones, ikut ditutup di zona hijau meski tipis kenaikannya.
Sepertinya, untuk hari ini, ketakutan telah tergantikan oleh harapan.
Artikel Terkait
Jeffrey Hendrik Resmi Pimpin BEI, Gantikan Iman Rachman
Prabowo Gagas Gentengisasi, Tantangan Berat di Timur Indonesia
IHSG Terombang-ambing, Investor Disarankan Berburu Saham Unggulan di Tengah Sorotan MSCI
AMOR Gelontorkan Dividen Rp28,6 Miliar, Yield Tembus 3,5%