Kevin Warsh, calon Ketua The Fed yang diajukan Donald Trump, bakal menghadapi pekerjaan rumah yang tidak mudah. Begitulah kira-kira peringatan yang disampaikan Raphael Bostic, Presiden Federal Reserve Atlanta. Menurutnya, tantangan terberat justru ada di internal: meyakinkan para anggota komite untuk mendukung setiap keputusan kebijakan moneter yang ia ambil.
“Kalau Anda ingin kebijakan bergerak ke arah yang Anda inginkan, ya harus bisa meyakinkan mereka untuk ikut,” ujar Bostic.
“Butuh membangun hubungan dulu. Butuh kepercayaan. Anda harus tunjukkan kebijaksanaan dan arahan. Semua itu nggak bisa instan, jadi ya… ini tugas yang sangat besar,” lanjutnya.
Pernyataan itu disampaikan Bostic pada Selasa (3/2/2026). Ia sendiri termasuk yang berpendapat bahwa bank sentral sebaiknya sama sekali tidak memotong suku bunga tahun ini. Pandangan ini diamini beberapa koleganya.
Faktanya, pekan lalu para pejabat The Fed sudah memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50% - 3,75%. Voting berakhir 10-2. Sinyalnya jelas: mereka tidak mau terburu-buru menurunkan suku bunga. Ekonomi lagi kuat, pasar tenaga kerja stabil. Menurut Bostic, memotong suku bunga sekarang justru akan mempersulit upaya menurunkan inflasi ke target yang diharapkan.
“Ini saatnya untuk bersabar,” tegasnya.
Di sisi lain, situasi ini jadi semacam warisan yang ditinggalkan Jerome Powell, yang masa jabatannya berakhir pertengahan Mei nanti. Selama ini, Powell dinilai tidak menurunkan suku bunga sebanyak atau secepat yang diharapkan Presiden Trump.
Mungkin itu sebabnya Trump kemudian memilih Warsh. Alasannya sederhana: Warsh dianggap sejalan dengan keinginannya agar biaya pinjaman bisa lebih rendah.
Namun begitu, keinginan Trump itu nantinya harus berhadapan dengan kenyataan di lapangan dan tentu saja, dengan tugas berat membangun konsensus di antara para pembuat kebijakan The Fed. Jalan Warsh tampaknya masih panjang.
Artikel Terkait
Target Pendapatan Melonjak 1.584 Persen, GPSO Bidik Rp92,47 Miliar Usai Diakuisisi Tjokro Group
Semen Indonesia Siapkan Dana Rp730 Miliar untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan