“Komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,37 persen dengan andil inflasi sebesar 0,24 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen inti adalah emas perhiasan, sewa rumah, sepeda motor, dan nasi dengan lauk,”
ungkap Ateng. Jadi, di tengah penurunan harga pangan, biaya hidup inti justru merangkak naik perlahan.
Peta deflasi dan inflasi ini juga tidak merata di seluruh Indonesia. Dari 38 provinsi, 20 di antaranya mengalami deflasi. Sisanya, 18 provinsi, justru mencatat inflasi. Disparitasnya cukup mencolok.
“Deflasi terdalam terjadi di Sumatera Barat sebesar 1,15 persen. Sementara inflasi tertinggi di Maluku Utara sebesar 1,48 persen,”
tutupnya. Angka-angka itu menggambarkan betapa kompleksnya dinamika harga di negeri kepulauan ini.
Artikel Terkait
Laba Bersih INKP dan TKIM Berjalan Berbeda Meski Penjualan Sama-Sama Turun Tipis
Kementerian Pertanian Siapkan Rp9,5 Triliun untuk Hilirisasi 7 Komoditas Andalan
Harga CPO Menguat Pekan Ketiga, Didukung Konflik Timur Tengah dan Harga Energi
Saham Energi Boy Thohir Jadi Penopang Pasar di Tengah Pelemahan IHSG