Indonesia dan Singapura Sepakati Kemitraan Baru untuk Pacu Industri Manufaktur

- Minggu, 01 Februari 2026 | 09:42 WIB
Indonesia dan Singapura Sepakati Kemitraan Baru untuk Pacu Industri Manufaktur

Kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Singapura kembali mendapat terobosan baru. Kali ini, fokusnya ada pada sektor manufaktur. Lewat sebuah nota kesepahaman yang baru saja diteken, kedua negara sepakat untuk mempererat kolaborasi di bidang industri. Tujuannya jelas: membangun ekosistem manufaktur regional yang tak cuma inovatif, tapi juga tangguh dan berkelanjutan.

Penandatanganan MoU itu dilakukan oleh Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) dan Singapore Manufacturing Federation (SMF).

“MoU strategis sebagai langkah konkret memperkuat sinergi dan kolaborasi pengembangan sektor manufaktur serta kawasan industri antara Indonesia dan Singapura,” ujar Ketua Umum HKI, Akhmad Ma’ruf Maulana.

Acara tersebut merupakan bagian dari Manufacturing Day Summit di Singapura, sebuah forum bergengsi yang digelar akhir pekan lalu. Pertemuan itu sendiri jadi ajang bagi pelaku industri dan pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk menjajaki kemitraan baru dan mendiskusikan masa depan transformasi industri.

Posisi Indonesia dalam kerja sama ini terbilang kuat. Sebagai salah satu basis manufaktur terbesar di Asia Tenggara, kontribusi sektor ini terhadap PDB nasional melampaui 18 persen. Ia jadi motor ekspor dan penciptaan lapangan kerja. Didukung oleh 175 kawasan industri yang tersebar di berbagai titik strategis, Indonesia terus mengukuhkan diri sebagai hub produksi regional yang menarik minat investor global.

Nah, melalui kemitraan dengan SMF, kedua organisasi bakal mendorong promosi investasi dan memperkuat integrasi rantai pasok. Tak cuma soal uang, kolaborasi juga menyentuh hal-hal seperti inovasi, transfer teknologi, dan tentu saja, peningkatan kapasitas SDM. Intinya, mereka ingin bahu-membahu.

Bagi Singapura, ini adalah peluang emas.

Ma’ruf menegaskan, kerja sama ini membuka akses lebih lebar bagi perusahaan Singapura untuk memanfaatkan potensi kawasan industri di Indonesia, baik sebagai basis produksi maupun untuk keperluan ekspor.

“Kemitraan ini menjadi jembatan strategis untuk menghadirkan investasi berkualitas, transfer teknologi, dan pengembangan talenta industri,” jelasnya.

“HKI siap memfasilitasi perusahaan Singapura untuk tumbuh bersama di kawasan industri Indonesia yang terintegrasi, efisien, dan berdaya saing global.”

Menurutnya, kehadiran Wakil Menteri Perindustrian RI dan Duta Besar RI untuk Singapura dalam acara puncak itu bukan sekadar formalitas. Itu adalah penegasan. Sebuah sinyal kuat tentang komitmen pemerintah Indonesia untuk mempererat hubungan ekonomi dengan Singapura, sekaligus mendorong realisasi investasi dan penciptaan lapangan kerja yang bernilai tinggi.

Jadi, langkah ini lebih dari sekadar tanda tangan di atas kertas. Ia adalah upaya nyata untuk menyatukan kekuatan, memadukan keunggulan masing-masing, dan akhirnya memperkuat posisi kedua negara sebagai mitra strategis dalam peta industri ASEAN maupun global.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler