Bagi Singapura, ini adalah peluang emas.
Ma’ruf menegaskan, kerja sama ini membuka akses lebih lebar bagi perusahaan Singapura untuk memanfaatkan potensi kawasan industri di Indonesia, baik sebagai basis produksi maupun untuk keperluan ekspor.
“Kemitraan ini menjadi jembatan strategis untuk menghadirkan investasi berkualitas, transfer teknologi, dan pengembangan talenta industri,” jelasnya.
“HKI siap memfasilitasi perusahaan Singapura untuk tumbuh bersama di kawasan industri Indonesia yang terintegrasi, efisien, dan berdaya saing global.”
Menurutnya, kehadiran Wakil Menteri Perindustrian RI dan Duta Besar RI untuk Singapura dalam acara puncak itu bukan sekadar formalitas. Itu adalah penegasan. Sebuah sinyal kuat tentang komitmen pemerintah Indonesia untuk mempererat hubungan ekonomi dengan Singapura, sekaligus mendorong realisasi investasi dan penciptaan lapangan kerja yang bernilai tinggi.
Jadi, langkah ini lebih dari sekadar tanda tangan di atas kertas. Ia adalah upaya nyata untuk menyatukan kekuatan, memadukan keunggulan masing-masing, dan akhirnya memperkuat posisi kedua negara sebagai mitra strategis dalam peta industri ASEAN maupun global.
Artikel Terkait
Rupiah Tersenyum Tipis, Tapi Modal Asing Kabur Rp12,5 Triliun
Shutdown AS Kembali Terjadi, Tapi Dampaknya Tak Separah Sebelumnya
Prabowo di Davos: Dari Kestabilan Ekonomi hingga Prabowonomics
Peta Jalan Semikonduktor Indonesia Dicanangkan, Impor Rp 77 Triliun Jadi Pemicu