jelas Jeffrey Hendrik.
Di sisi lain, Jeffrey juga menegaskan bahwa isu transparansi bukan satu-satunya hal yang dibahas. BEI sudah menampung berbagai masukan dari penyedia indeks global lainnya. Komitmen ini diambil, ya, untuk memberikan rasa aman dan perlindungan hukum. Buat semua pelaku pasar.
"Kami sudah berkomunikasi dengan beberapa index provider global dan kami sudah menampung apa yang diharapkan. Semua itu akan kami deliver dalam waktu secepat mungkin untuk memberikan kenyamanan dan perlindungan kepada seluruh investor, baik investor global maupun investor domestik kita,"
tambahnya.
Langkah proaktif ini tentu diharapkan bisa meredam sentimen negatif yang sempat memicu gejolak di lantai bursa sepekan terakhir. Dengan komunikasi langsung, otoritas berharap MSCI dan lembaga global lain bisa melihat keseriusan Indonesia. Reformasi struktural di pasar modal memang sedang digenjot, dan pertemuan Senin besok jadi momen krusial untuk menunjukkan hal itu.
Artikel Terkait
Rupiah Tersenyum Tipis, Tapi Modal Asing Kabur Rp12,5 Triliun
Shutdown AS Kembali Terjadi, Tapi Dampaknya Tak Separah Sebelumnya
Prabowo di Davos: Dari Kestabilan Ekonomi hingga Prabowonomics
Peta Jalan Semikonduktor Indonesia Dicanangkan, Impor Rp 77 Triliun Jadi Pemicu