jelas Jeffrey Hendrik.
Di sisi lain, Jeffrey juga menegaskan bahwa isu transparansi bukan satu-satunya hal yang dibahas. BEI sudah menampung berbagai masukan dari penyedia indeks global lainnya. Komitmen ini diambil, ya, untuk memberikan rasa aman dan perlindungan hukum. Buat semua pelaku pasar.
"Kami sudah berkomunikasi dengan beberapa index provider global dan kami sudah menampung apa yang diharapkan. Semua itu akan kami deliver dalam waktu secepat mungkin untuk memberikan kenyamanan dan perlindungan kepada seluruh investor, baik investor global maupun investor domestik kita,"
tambahnya.
Langkah proaktif ini tentu diharapkan bisa meredam sentimen negatif yang sempat memicu gejolak di lantai bursa sepekan terakhir. Dengan komunikasi langsung, otoritas berharap MSCI dan lembaga global lain bisa melihat keseriusan Indonesia. Reformasi struktural di pasar modal memang sedang digenjot, dan pertemuan Senin besok jadi momen krusial untuk menunjukkan hal itu.
Artikel Terkait
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium
Pajak Rokok DKI Alokasikan Minimal 50% untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Bapanas Pastikan Stok Daging Nasional Melimpah Jelang Idulfitri
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak