Bogor – Dari sebuah perbincangan di Bogor, peringatan keras dilayangkan kepada Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Amien Rais, tokoh nasional yang dikenal vokal, meminta Prabowo untuk ekstra hati-hati dalam menjalin hubungan dengan Amerika Serikat. Khususnya, terkait rencana Indonesia terlibat dalam Board of Peace untuk Palestina yang digagas Donald Trump.
Bagi Amien, sosok Trump sendiri patut diwaspadai. Ia menilai mantan presiden AS itu sebagai figur yang bermasalah secara moral. Sebagai bukti, Amien menyoroti wacana Trump di masa lalu yang ingin mengosongkan Jalur Gaza dengan memindahkan paksa warga Palestina. Langkah itu, dalam pandangannya, jelas tidak manusiawi.
“Bagi saya, Donald Trump itu manusia tidak bermoral,” ujar Amien Rais tegas.
Pernyataannya itu ia sampaikan di kediaman MS Kaban, Selasa lalu. Dalam kesempatan itu, ia melanjutkan kritiknya.
“Sebelumnya dia ingin mengosongkan Gaza dengan merelokasi rakyat Palestina, dan dia yang selama ini mendukung genosida di Gaza,” tambahnya.
Tak cuma itu. Amien juga menuding Trump telah menggerogoti demokrasi di negerinya sendiri. Nilai-nilai moral, katanya, tak pernah jadi pertimbangan dalam setiap langkah politik Trump.
“Dia merusak demokrasi Amerika. Dia amoral dan tidak pernah menggunakan kreativitas moral dalam melangkah sebagai presiden,” jelas mantan Ketua MPR itu.
Di sisi lain, Amien melihat sikap ekspansionis AS di era Trump semakin kentara. Ia menyebut contoh rencana aneksasi Greenland. Menurutnya, dengan pola seperti itu, Indonesia harus menjaga jarak. “Pokoknya stay away from him,” tegasnya.
Peringatan itu secara khusus ditujukan untuk Prabowo. Amien khawatir, kedekatan yang berlebihan dengan Trump justru akan membawa dampak buruk bagi Indonesia.
“Prabowo tidak usah dekat-dekat dengan Trump, nanti kena getahnya,” ucap Amien.
Ia kemudian melanjutkan dengan nada prihatin, “Kalau sampai menjadi antek Amerika, sayang sekali.”
Oleh karena itu, Amien Rais menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace Trump harus ditimbang matang-benar. Jangan sampai Indonesia terseret dalam agenda politik AS yang sarat kepentingan. Risikonya jelas: bisa merugikan Palestina dan sekaligus mengikis posisi Indonesia di panggung global.
Artikel Terkait
PSG Vs Bayern Munich di Semifinal Liga Champions, Laga Final Dini yang Diprediksi Ketat
Tiga Sipir Lapas Blitar Diduga Jual Beli Kamar Sel Khusus hingga Rp100 Juta per Napi
Tim Uber Indonesia Kunci Juara Grup C Usai Comeback Dramatis Lawan Chinese Taipei
Polda Papua Bongkar Praktik Ilegal BBM Subsidi di Merauke, Negara Rugi Hingga Rp197 Juta