Kolombia Tarik Dubes dari AS Setelah Trump Tuduh Presiden Petro Gembong Narkoba
Kolombia secara resmi menarik Duta Besarnya dari Amerika Serikat menyusul pernyataan kontroversial mantan Presiden AS Donald Trump yang menuduh Presiden Gustavo Petro sebagai gembong narkoba. Krisis diplomatik ini diperparah dengan ancaman Trump untuk menghentikan seluruh bantuan kepada negara Amerika Latin tersebut.
Eskalasi Ketegangan Kolombia-AS
Kementerian Luar Negeri Kolombia mengonfirmasi bahwa Duta Besar Daniel Garcia-Pena telah kembali ke Bogota untuk melakukan konsultasi mendesak dengan Presiden Petro. Keputusan ini menandai titik terendah dalam hubungan bilateral kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.
Pemicu Konflik Diplomatik
Ketegangan antara Kolombia dan Amerika Serikat memanas setelah serangkaian serangan AS terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba di perairan Laut Karibia. Mayoritas kapal yang menjadi target berasal dari Venezuela, namun serangan tersebut menuai kritik keras karena dianggap melanggar hukum internasional.
Ancaman Trump dan Respons Kolombia
Melalui unggahan media sosialnya, Trump tidak hanya mengancam menghentikan bantuan ke Kolombia, tetapi juga menyatakan jika Petro tidak mengambil tindakan tegas terhadap perdagangan narkoba, AS akan turun tangan sendiri. Pernyataan ini ditanggapi serius oleh Menteri Dalam Negeri Kolombia Armando Benedetti yang menginterpretasikannya sebagai ancaman invasi militer.
Korban Jiwa dalam Serangan AS
Presiden Petro mengungkapkan bahwa salah satu korban tewas dalam serangan AS adalah warga sipil Kolombia bernama Alejandro Carranza yang berprofesi sebagai nelayan tradisional. Petro menegaskan korban tidak memiliki hubungan apapun dengan perdagangan narkoba dan mengecam tindakan AS sebagai pembunuhan dan pelanggaran kedaulatan Kolombia.
Implikasi Hubungan Bilateral
Keputusan penarikan duta besar ini merupakan langkah diplomatik signifikan yang mencerminkan memburuknya hubungan Kolombia-AS di bawah kepemimpinan Petro. Eskalasi konflik ini berpotensi mempengaruhi kerjasama bilateral di berbagai bidang, termasuk keamanan regional dan perdagangan antara kedua negara.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun