"Aliran uang itu tidak sampai ke masyarakat luas. Uangnya malah berputar-putar di sana, memicu gelembung di berbagai aset mulai dari obligasi, kripto, hingga saham meme," jelas Jacobsen.
Efek penurunan tak hanya dirasakan bitcoin. Ether, mata uang kripto terbesar kedua, juga terpuruk dengan penurunan tajam 11,76 persen menjadi USD 2.387,77 di Sabtu sore. Aset digital ini memang masih terus berjuang bangkit setelah jatuh tahun lalu, kalah bersaing dengan reli emas dan saham.
Bagi Jacobsen, koreksi pada Jumat lalu adalah pengingat yang bagus tentang risiko volatilitas di dunia kripto.
"Terkadang penyesuaian harga ini saling memperkuat. Mungkin, jika bukan pasti, kita akan melihat lebih banyak aksi jual dalam beberapa hari ke depan," katanya.
Jadi, tampaknya pasar masih akan berdebu. Investor sebaiknya bersiap untuk hari-hari yang bergejolak.
Artikel Terkait
Beras Premium Indonesia Siap Temani Jemaah Haji di Tanah Suci
Menkeu Purbaya Dorong Dana Pensiun dan Asuransi Masuk ke Saham LQ45
Rupiah Tersenyum Tipis, Tapi Modal Asing Kabur Rp12,5 Triliun
Shutdown AS Kembali Terjadi, Tapi Dampaknya Tak Separah Sebelumnya