"Pemerintah tidak mentolerir, sekali lagi tidak mentolerir, praktik manipulatif dalam harga saham," kata Airlangga di lokasi yang sama.
Dia memperingatkan, saham 'gorengan' yang manipulatif bukan cuma merugikan investor kecil. Lebih dari itu, praktik semacam ini merusak kredibilitas pasar modal Indonesia secara keseluruhan.
Dampaknya bisa jauh lebih luas. Menurut Airlangga, goncangan kepercayaan ini bisa merambat ke sistem keuangan nasional. Alhasil, iklim investasi pun terganggu.
"Ini menghambat arus penanaman modal asing yang justru sangat kita butuhkan," ujarnya. Tanpa kepercayaan, kata dia, target menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bisa ikut terancam.
Jadi, pesannya jelas. Pembersihan ini bukan sekadar wacana, tapi sebuah langkah konkret yang akan segera berjalan.
Artikel Terkait
Medela Potentia Pacu Ekspansi Digital, Genjot Akses Kesehatan Lewat GoApotik
Tantangan Pertama Friderica Widyasari Dewi: 7 Agenda Prioritas di Pucuk Pimpinan OJK
Beras Premium Indonesia Siap Temani Jemaah Haji di Tanah Suci
Menkeu Purbaya Dorong Dana Pensiun dan Asuransi Masuk ke Saham LQ45