OJK Siap Gebuk Influencer dan Pelaku Gorengan Saham

- Minggu, 01 Februari 2026 | 05:54 WIB
OJK Siap Gebuk Influencer dan Pelaku Gorengan Saham

OJK kembali menegaskan niatnya untuk membersihkan pasar modal. Kali ini, sorotan utama ada pada praktik nakal seperti 'goreng-menggoreng' saham dan peran para influencer keuangan. Friderica Widyasari Dewi, yang sedang menjabat sebagai Pjs Ketua Dewan Komisioner OJK, menyatakan lembaganya tak akan main-main.

"Kami akan memperkuat pengawasan dan penegakan hukum," tegasnya, yang akrab disapa Kiki, dalam sebuah pertemuan di Wisma Danantara akhir pekan lalu.

Langkah pertama? Memulai penyelidikan serius terhadap dugaan manipulasi pasar. Menurutnya, ini adalah arahan langsung dari Menko Perekonomian untuk ditangani secara masif.

Namun begitu, sasaran pengawasan tak cuma pada pelaku di balik layar. OJK juga akan menindak tegas para financial influencer yang dianggap sembarangan merekomendasikan saham, atau yang sering disebut sebagai praktik 'pompom saham'.

"Penanganan hukum harus memberi efek jera," ungkap Kiki, seraya menambahkan bahwa penguatan aturan perilaku pasar (market conduct) akan menyasar mereka juga.

Komitmen ini sejalan dengan pernyataan pemerintah yang sudah terlebih dahulu bersuara keras. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dengan gamblang menyatakan tidak ada toleransi untuk praktik spekulatif yang merusak pasar.

"Pemerintah tidak mentolerir, sekali lagi tidak mentolerir, praktik manipulatif dalam harga saham," kata Airlangga di lokasi yang sama.

Dia memperingatkan, saham 'gorengan' yang manipulatif bukan cuma merugikan investor kecil. Lebih dari itu, praktik semacam ini merusak kredibilitas pasar modal Indonesia secara keseluruhan.

Dampaknya bisa jauh lebih luas. Menurut Airlangga, goncangan kepercayaan ini bisa merambat ke sistem keuangan nasional. Alhasil, iklim investasi pun terganggu.

"Ini menghambat arus penanaman modal asing yang justru sangat kita butuhkan," ujarnya. Tanpa kepercayaan, kata dia, target menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bisa ikut terancam.

Jadi, pesannya jelas. Pembersihan ini bukan sekadar wacana, tapi sebuah langkah konkret yang akan segera berjalan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler