"Penunjukannya mengikuti AD/ART perusahaan. Nanti Board of Director BEI yang menunjuk, dan itu akan berasal dari jajaran direksi yang masih aktif," tambahnya.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Pengunduran diri Iman Rachman ini bukan tanpa sebab. Aksi itu muncul setelah IHSG anjlok 8% dalam dua hari. Pasar saham kita seperti diguncang badai.
Pemicunya adalah rilis MSCI yang kurang baik. Lembaga indeks global itu menilai transparansi data kepemilikan saham di Indonesia masih bermasalah. Alhasil, mereka memutuskan untuk membekukan sementara proses rebalancing untuk saham-saham Indonesia mulai Februari hingga Mei 2026. Artinya, tak ada saham baru dari Indonesia yang akan masuk dalam indeks MSCI untuk sementara waktu.
Nah, dalam situasi seperti inilah pertemuan pekan depan jadi sangat krusial. OJK dan BEI jelas punya pekerjaan rumah yang berat untuk meyakinkan mitra global mereka.
Artikel Terkait
BRI Salurkan Kredit Rp4 Triliun ke Dua Anak Usaha Golden Energy Mines
GEMA Gelar Buyback Saham Senilai Rp2 Miliar hingga 2026
Anggaran Program Makan Bergizi Gratis 2026 Belum Dipangkas Pemerintah
IHSG Anjlok 1,61%, Sentimen Jual Dominasi Pasar