Iman Rachman akhirnya memutuskan mundur dari posisi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia. Pengunduran dirinya resmi berlaku Jumat, 30 Januari. Langkah ini diambil di tengah situasi pasar yang sedang tidak menentu.
Gejolak itu memuncak ketika IHSG anjlok hingga Bursa harus menghentikan perdagangan dua hari beruntun: Rabu dan Kamis. Trading halt yang jarang terjadi itu jelas membuat semua pihak waswas.
Di Gedung BEI Jakarta, Iman menyampaikan harapannya dengan nada tenang.
"Saya berharap ini yang terbaik buat pasar modal. Semoga dengan pengunduran diri saya ini pasar modal kita jadi lebih baik,"
Paginya, sebelum pengumuman resmi, IHSG memang sudah menunjukkan sinyal pemulihan. Indeks dibuka menguat 1,77 persen ke level 8.377,92 sebuah kenaikan yang disambut lega.
"Mudah-mudahan indeks kita yang pagi ini dibuka membaik akan terus membaik di hari-hari berikutnya,"
Ucapannya itu terdengar seperti sebuah doa sekaligus harapan terakhirnya untuk pasar. Setelah dua hari henti perdagangan yang bikin tegang, sentimen positif pagi itu setidaknya memberi angin segar.
Namun begitu, jalan ke depan masih panjang. Pengunduran diri seorang pucuk pimpinan di saat kritis seperti ini pasti meninggalkan tanda tanya besar. Apakah langkah ini akan menjadi titik balik yang diharapkan? Waktu yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Utang Luar Negeri Indonesia Naik 1,9 Persen Jadi 439,8 Miliar Dolar AS per April 2026
Wilmar Cahaya Indonesia Tetap Bagikan Dividen Rp150 per Saham Meski Laba Bersih Anjlok 40 Persen
Sektor Barang Konsumsi Dinilai Jadi Tempat Berlindung Aman bagi Investor di Tengah Risiko Kebijakan
IHSG Melonjak 3,63% di Awal Pekan, Didorong Kesepakatan Damai AS-Iran