Biaya hidup yang terus merangkak naik, ditambah dengan situasi ekonomi global yang serba tak pasti, membuat banyak keluarga akhirnya berpikir ulang soal keuangan mereka. Bagaimana caranya agar kekayaan yang susah payah dikumpulkan tak tergerus begitu saja? Di sinilah, bicara soal ketahanan finansial rumah tangga jadi makin relevan.
Nah, salah satu jawaban yang kerap muncul adalah logam mulia, khususnya emas. Bukan tanpa alasan. Secara historis, emas sudah lama diakui sebagai penyimpan nilai yang bisa diandalkan. Ketika inflasi menggerogoti daya beli uang kertas, nilai emas justru cenderung bertahan, bahkan seringkali naik. Ia berfungsi sebagai alat lindung nilai yang ampuh.
Buat keluarga biasa, ini artinya ada instrumen yang bisa menjaga keseimbangan keuangan untuk tujuan jangka panjang. Misalnya, buat persiapan pendidikan anak atau dana pensiun nanti.
Menurut sejumlah praktisi, kelebihan lain emas adalah likuiditasnya.
Artikel Terkait
CIMB Niaga Syariah Siapkan Langkah IPO Setelah Mandiri
IHSG Terjun Bebas, Airlangga: Belum to the Moon, Tenang Aja
IHSG Tergelincir 10%, BEI Terpaksa Hentikan Perdagangan untuk Kedua Kalinya
Emas Tembus Rp3 Juta, Warga Berbondong Pilih Batangan Ketimbang Perhiasan