jelasnya.
tegas Pandu lagi.
Lalu, apa risikonya jika prediksi buruk itu benar-benar terjadi? Pandu memprediksi akan terjadi capital outflow atau aliran modal keluar yang masif. Ini sejalan dengan analis lain yang menyebut skenario terburum adalah turunnya status IHSG.
ungkapnya.
Kekhawatiran serupa ternyata juga diungkapkan oleh raksasa keuangan lain. Goldman Sachs Group Inc., misalnya, sudah lebih dulu menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi underweight. Alasannya, kekhawatiran MSCI terkait aspek investability itu tadi. Mereka memperkirakan potensi arus keluar bisa mencapai lebih dari USD 13 miliar.
Para analis punya hitungan yang lebih rinci. Dalam skenario paling ekstrem, jika Indonesia benar-benar diklasifikasi ulang menjadi pasar frontier, dana pasif yang mengikuti indeks MSCI berpotensi melepas saham senilai USD 7,8 miliar. Belum lagi, FTSE Russell juga bisa meninjau ulang metodologi dan status pasar kita. Jika itu terjadi, arus keluar tambahan sekitar USD 5,6 miliar bukan hal yang mustahil. Situasinya memang cukup pelik.
Artikel Terkait
Emas Tembus Rp3 Juta, Warga Berbondong Pilih Batangan Ketimbang Perhiasan
Emas, Pilar Ketahanan Finansial Keluarga di Tengah Gejolak Ekonomi
Emas Tembus Rp3 Juta, Pedagang Pasar Cikini Ungkap Rahasia Investasi yang Tak Lekang Zaman
IHSG Tergelincir 88 Poin, Sektor Transportasi Jadi Penyelamat di Tengah Banjir Merah