Efek pengumuman itu terasa langsung di lantai bursa. Tekanan jual hampir merata. Dari 910 saham yang tercatat, 753 di antaranya ditutup merah. Saham-saham besar, yang bobotnya dominan di IHSG, jadi sasaran empuk dan menarik seluruh indeks ke bawah.
Tapi di tengah kepanikan, ada juga suara yang mencoba menenangkan. Stockbit, misalnya, menilai investor tak perlu reaktif berlebihan. Masih ada waktu hingga Mei 2026 untuk menyesuaikan strategi.
Mereka juga melihat sisi lain dari koreksi tajam ini: peluang. Bagi investor yang punya nyali, kejatuhan harga bisa jadi saat yang tepat untuk akumulasi, apalagi jelang musim dividen yang biasanya dimulai April nanti. Dengan catatan, pendekatannya harus selektif dan berpegang pada fundamental kuat. Jadi, sentimen buruk hari ini bisa saja berubah jadi peluang besok.
Artikel Terkait
IHSG Terkapar Usai Tamparan MSCI, Investor Asing Kabur Rp6,17 Triliun
Harga Emas Pegadaian Tembus Rp3 Juta per Gram, Ikuti Jejak Antam
Emas Antam Tembus Rp 3,16 Juta per Gram, Pajak Pembeli Dihapus
IHSG Jatuh 8%, BEI Terpaksa Bekukan Perdagangan 30 Menit