Lalu, dari mana sumber dananya? Rupanya, kinerja CDIA di paruh pertama 2025 cukup solid. Anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ini berhasil membukukan laba bersih yang bisa diatribusikan ke pemilik induk perusahaan sebesar USD67,84 juta. Angka itu cukup menggembirakan. Belum lagi, masih ada saldo laba yang belum dipakai mencapai USD78,4 juta, dengan ekuitas yang tercatat di angka USD996 juta.
Dividen sebesar Rp1,34 per saham ini akan dibagikan ke seluruh 124,83 miliar saham CDIA yang beredar. Dengan harga saham terakhir di level Rp1.620, imbal hasil atau dividend yield-nya terpantau sekitar 0,08 persen. Cukup kecil, memang. Tapi bagi investor, pembayaran di tengah tahun seperti ini selalu jadi kabar yang disambut baik.
Namun begitu, ada catatan tersendiri dari pergerakan sahamnya. Sehari sebelumnya, tepatnya pada perdagangan Rabu, saham CDIA justru tertekan cukup dalam. Harganya anjlok 15 persen atau 210 poin, dan ditutup di posisi Rp1.190. Sebuah penurunan yang cukup signifikan di tengah euforia pembagian dividen.
Nah, bagi yang memegang saham CDIA, saatnya mengecek portofolio.
Artikel Terkait
Harga Minyak Melonjak ke Level Tertinggi Empat Bulan, Ketegangan Iran dan Dolar Melemah Jadi Pemicu
Emas Tembus USD 5.400, Ketegangan Global Picu Reli Gila-Gilaan
Badai MSCI Guncang IHSG, Saham Komoditas Jadi Pelindung di Tengah Panik
BCA Siapkan Buyback Rp 5 Triliun, Tunggu Restu Pemegang Saham pada 2026