Di Istana Negara, Rabu (28/1) lalu, suasana terasa cukup sibuk. Di sela-sela kesibukannya, Rosan Roeslani sempat berbincang. CEO Danantara Indonesia itu dengan yakin menyatakan kesiapan perusahaannya untuk memulai pembangunan enam unit peternakan ayam terintegrasi. "Pokoknya semua udah siap. Kita, sih, ada 6 (unit peternakan) semuanya udah siap. Paling mungkin awal Februari, ya," ujar Rosan, yang juga merangkap jabatan sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi.
Groundbreaking dijadwalkan awal Februari 2026 mendatang. Ini adalah bagian dari proyek hilirisasi peternakan yang jauh lebih besar.
Menurut rencana awal pemerintah, targetnya adalah membangun 12 peternakan dengan nilai investasi fantastis, mencapai Rp 20 triliun. Danantara disebut-sebut akan menjadi sumber investasi utama untuk proyek raksasa ini.
Rosan memang tak merinci lokasi pastinya. Saat ditanya, ia hanya menjawab singkat, "Ada di 4 lokasi." Enam unit pertama yang siap digarap itu akan tersebar di empat wilayah berbeda di Indonesia. Detailnya masih ditutup rapat.
Sebenarnya, wacana ini sudah bergulir sejak beberapa waktu lalu. Menteri Pertanian Amran Sulaiman, pada awal November 2025, sudah memberikan sinyal kuat. Ia menuturkan pemerintah punya rencana serius membangun peternakan ayam pedaging dan petelur yang terintegrasi di berbagai penjuru tanah air.
Artikel Terkait
Guncangan di Pucuk Pimpinan: Tiga Petinggi Mundur, Chandra Asri Lakukan Restrukturisasi
IHSG Tergelincir 8%, Bos Danantara Desak BEI Tanggapi Laporan MSCI
Purbaya Guncang Kemenkeu, 36 Pejabat Eselon II Diganti
Tambang Emas Martabe Beralih ke BUMN Baru di Bawah Danantara