BI Siap Turunkan Suku Bunga Lagi, Fokus Jaga Rupiah dan Genjot Kredit

- Rabu, 28 Januari 2026 | 15:24 WIB
BI Siap Turunkan Suku Bunga Lagi, Fokus Jaga Rupiah dan Genjot Kredit

“Jadi kebijakan moneter tagline-nya adalah pro-stability and pro-growth,” jelasnya. Stability dijaga lewat nilai tukar yang stabil dan menguat, sementara pro-growth diwujudkan melalui suku bunga rendah, ekspansi likuiditas, dan cadangan devisa yang memadai.

Kebijakan Makroprudensial Tetap Longgar

Lalu bagaimana dengan kebijakan makroprudensial? Perry menyampaikan sinyal yang sangat jelas: kebijakan ini akan tetap longgar setidaknya hingga 2026-2027 mendatang. Tujuannya untuk mendukung stabilitas sistem keuangan.

Secara sederhana, kebijakan makroprudensial adalah instrumen BI yang dirancang khusus untuk menjaga stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan.

“Akan kami longgarkan tahun ini bahkan tahun depan. Jangan khawatir, jangan pernah bertanya. Kebijakan makroprudensial akan terus kami longgarkan untuk mendorong pertumbuhan kredit pembiayaan bagi sektor riil,” tegas Perry dengan nada meyakinkan.

Salah satu bentuknya adalah Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Insentif ini akan terus dialirkan ke perbankan, khususnya bagi yang aktif menyalurkan kredit ke sektor riil, program prioritas pemerintah, atau yang berkompetisi menurunkan suku bunga kredit.

“Demikian juga kebijakan-kebijakan makroprudensial yang lain. Stand-nya adalah longgar tahun ini maupun tahun depan,” imbuhnya.

Tak cuma itu, kebijakan makroprudensial juga akan diarahkan untuk mendongkrak inklusi ekonomi, UMKM, dan ekonomi kerakyatan, termasuk mendukung program Asta Cita pemerintah.

Terakhir, Perry juga menyinggung komitmen BI untuk memperkuat sistem pembayaran. “Kami terus akan digitalisasi Indonesia dan cross-border melalui konsolidasi industri,” tuturnya. Pengembangan infrastruktur seperti BI Fast dan berbagai inovasi lainnya akan terus dibangun.


Halaman:

Komentar