BI Siap Turunkan Suku Bunga Lagi, Fokus Jaga Rupiah dan Genjot Kredit

- Rabu, 28 Januari 2026 | 15:24 WIB
BI Siap Turunkan Suku Bunga Lagi, Fokus Jaga Rupiah dan Genjot Kredit

Nilai tukar rupiah tetap jadi perhatian utama Bank Indonesia. Gubernur Perry Warjiyo menegaskan, lembaganya bakal terus mengerahkan segala upaya untuk menjaganya. Caranya? Melalui kombinasi berbagai kebijakan, mulai dari moneter, makroprudensial, sampai pendalaman pasar keuangan. Tak lupa, ekonomi kerakyatan juga masuk dalam radar.

“Kami akan pastikan stabilitas, khususnya nilai tukar, kami akan bawa jaga stabilitas dan akan terus kami dorong untuk menguat rupiah kita,” tegas Perry dalam Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2025, Selasa (28/1) lalu.

Menurutnya, menjaga perekonomian nasional butuh sinergi. Pemerintah, lembaga keuangan, dan dunia usaha harus kompak. Komitmen BI sendiri jelas: merancang kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Peluang Turunkan Suku Bunga Masih Terbuka

Dari sisi moneter, langkah BI terbilang agresif. Sejak September 2024, suku bunga acuan atau BI Rate sudah dipangkas enam kali. Sepanjang 2025 saja, penurunan dilakukan lima kali dengan total 125 basis poin, hingga ke level 4,75 persen.

Dan ruang untuk turun lagi masih ada. Perry mengungkapkan, BI masih membuka peluang penurunan suku bunga di tahun ini. Jumlah pastinya? Itu akan sangat bergantung pada pergerakan inflasi ke depan.

“Setelah enam kali kita turunkan sejak September 2024, kami masih punya ruang untuk menurunkan suku bunga dengan inflasi yang rendah dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya. Ekspansi likuiditas moneter juga akan terus digenjot.

Likuiditas perbankan dijamin akan terjaga, bahkan lebih dari cukup. Tujuannya agar penyaluran kredit untuk sektor riil bisa bergerak lebih kencang. Hal serupa berlaku untuk ketahanan eksternal, yang salah satunya ditopang oleh cadangan devisa.

Perry menyebut cadangan devisa Indonesia saat ini berada di angka USD 156,5 miliar. “BI akan terus menjaga bahkan meningkatkannya,” janjinya. Semua ini bagian dari upaya memastikan ketahanan ekonomi Indonesia dari guncangan eksternal.


Halaman:

Komentar