“Mari kita perkuat sinergi. Bank Indonesia terus bersinergi dengan pemerintah, KSSK, perbankan, asosiasi sistem pembayaran, Apuvindo, dunia akademis, masyarakat. Kami akan terus bersinergi,” tutur Perry.
Ia kemudian membeberkan lima pilar sinergi tersebut. Pertama, tentu saja sinergi menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, agar kebijakan fiskal dan moneter bisa berjalan seirama mendukung pertumbuhan.
Kedua, sinergi untuk mendukung hilirisasi sumber daya dan industrialisasi, yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Lalu yang ketiga, sinergi membangun ekonomi kerakyatan lewat program-program seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, hingga perumahan rakyat.
“Bank Indonesia bersinergi. Kami kembangkan UMKM, kami ikut mendanai Perumahan Rakyat, demikian juga KDMP, bersinergi membangun ekonomi kerakyatan termasuk ekonomi keuangan syariah. Itulah ekonomi kerakyatan,” ungkapnya.
Pilar keempat adalah soal pembiayaan. Perry mengajak perbankan dan lembaga keuangan lainnya untuk lebih gencar lagi membangun pembiayaan dan mendorong pertumbuhan kredit. Ia juga mendorong kolaborasi lebih dalam antara perbankan dengan dunia usaha.
“Bank Indonesia bangga bahwa transaksi rata-rata harian pasar uang kita sudah lebih dari Rp 55 triliun. Baik itu pasar uang antarbank, repo, secondary market, SRBI, SBN, hingga swap rupiah. Pasar valas kita sekarang sudah mencapai 10 billion per hari,” papar Perry dengan nada optimis.
Tak hanya itu, BI juga siap mendukung sinergi pembiayaan untuk proyek-proyek strategis pemerintah dan BUMN. “Kami siap dengan perbankan, baik melalui kredit perbankan, maupun penerbitan sekuritas,” imbuhnya.
Terakhir, yang kelima, adalah digitalisasi. Di era di mana 60-70 persen penduduk Indonesia adalah generasi milenial, Perry menyatakan BI akan terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran bersama asosiasi terkait.
“Mari kita bersama mendigitalisasi Indonesia. Tahun ini, kami akan membangun 800 tim digital talenta Indonesia. Selama enam bulan ke depan, kami akan bersama ASPI, OJK, perbankan, kementerian/lembaga, dan Apuvindo untuk mewujudkannya,” jelasnya menutup paparan.
Artikel Terkait
BI Siap Turunkan Suku Bunga Lagi, Fokus Jaga Rupiah dan Genjot Kredit
IHSG Anjlok 8 Persen, Perdagangan Saham Terpaksa Dihentikan
IHSG Anjlok 8%, BEI Terpaksa Bekukan Perdagangan
Harga Pangan di Tiga Provinsi Terdampak Bencana Mulai Stabil